Berita

Hari Tanpa Tembakau se-Surabaya, Gresik dan Sidoarjo

Hari Tanpa Tembakau se-Surabaya, Gresik dan Sidoarjo

GMAHK jemaat Putra Agung menampilkan yel-yel di Hari Tanpa Tembakau. (29/05/2016)

Magnifying Glass Lihat lebih besar

Surabaya, adventkjkt.or.id – Taman Bungkul adalah taman yang menjadi salah satu ikon Surabaya dan salah satu taman kesayangan Ibu Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini.  Tidak semua kelompok atau organisasi boleh menggunakan Taman Bungkul, oleh pertolongan Tuhan melalui Bpk Erik Tahalele, Ibu Risma memberikan ijin.

Pada hari Minggu, 29 Mei 2016 yang baru lalu, sejak pagi-pagi pk. 4.30, umat-umat Advent se Surabaya, Gresik dan Sidoarjo mulai berdatangan ke taman bungkul, untuk merayakan Hari Jadi kota Surabaya ke 724, dan juga Hari Tanpa Tembakau Internasional. Umat Advent. Mereka datang dengan seragamnya yang berwarna warni, dan juga membawa mascot ataupun spanduk anti rokok.

Setelah doa bersama di tengah taman oleh Pdt. Reymond Lohonauman, umat Advent dibagi menjadi tiga kelompok disekitar jalan menuju ke taman bungkul. Di tempat-tempat yang sudah ditentukan mereka mengadakan pembagian traktat, serta buku Sehat Bugar dan menukar buah jeruk apel dan pisang dengan rokok. Setiap dijumpai orang yang merokok, didekati dan jika berkenan maka rokok yang sedang dihisap maupun yang belum, setiap batang ditukar dengan satu buah.

Di panggung pusat taman diadakan pemeriksaan kesehatan gratis, oleh personil dari Healing Way Indonesia, yaitu memeriksa kapasitas paru-paru dan juga kesehatan jantung. Para dokter telah dipersiapkan untuk melayani konsultasi kesehatan. Bila diperlukan dilakukan pula pengecekan gula darah dan asam urat atas anjuran dokter. Ada lebih dari 60 orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan sebagian telah menyatakan siap untuk mengikuti program berhenti merokok.

Berdasarkan penilaian juri, masot terbaik dimenangkan oleh jemaat Tandes, sedangkan pengumpul rokok yang ditukar buah terbanyak adalah jemaat Anjasmoro dengan jumlah puntung terkumpul 284 batang. Jemaat paling kompak, semarak, baik adalah jemaat Putra Agung.

Acara ini telah dihadiri lebih dari 250 umat Advent dan lebih dari 100 orang lainnya. Melalui acara ini telah terbagikan lebih dari 500 traktat dan 150 buku, serta berhasil dikumpulkan 455 batang rokok yang ditukar dengan buah.

Tuhan sungguh luar biasa menyertai, sehingga acara dapat berlangsung baik, tertib dan aman. Beberapa menit setelah kami meninggalkan taman Bungkul, hujan deras turun membasahi taman. (bp/eez)





Tulisan Terkait



2 Komentar
Media Block Image Alt Left Round

muherman harun

June 2, 2016 • 9:47am

Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati di seluruh dunia setiap tahun pada tanggal 31 Mei. Hari ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia mengenai menyebarluasnya kebiasaan merokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan. Diperkirakan merokok setiap tahunnya menyebabkan jumlah kematian fantastis, sebanyak 5,4 juta jiwa (atau 5.400.000 : 365 hari = 14.795 jiwa per hari atau kl. 30 pesawat terbang dengan full kapasitas 500 penumpang yang berjatuhan setiap hari dalam waktu setahun di seluruh dunia)! Mengapa begitu banyak korbannya? Sebab banyaknya jumlah perokok di dunia. Mengapa begitu banyak? Sebab merokok itu mengakibatkan kenikmatan berasal kecanduan. Sekali kecanduan, tetap kecanduan! (?). Kecanduan rokok (nikotin) sama dengan kecanduan terhadap narkoba: heroin, morfin dan kokain. Sukar untuk membebaskan diri dari cengkeraman narkoba tersebut. Kandungan nikotin dalam rokok, perusahaan rokok sudah mengetahui keberadaannya lebih dari enam puluh tahun yang lalu, yang selalu ditutup-tutupi, Bahkan merokok dikesankan keren, berani, macho, dianggap “pria punya selera!” bagus untuk melangsingkan tubuh. Bahkan ada iklan rokok (Dji Sam Soe) bahwa asapnya ‘bisa menyembuhkan sesak nafas dan baik untuk suara serak’! Padahal merokok merupakan pintu gerbang untuk terjerumusnya perokok ke dalam jurang penderitaan akibat narkoba! Bahaya paling besar dari rokok adalah faktor kecanduan. Satu dari setiap dua perokok akan meninggal sebelum waktunya akibat penyakit disebabkan rokok. Dengan lain perkataan, dari setiap juta orang perokok, lima ratus ribu akan meninggal sebelum waktunya. Meninggal dunia sebab rokok memang adalah risiko amat besar. Maka tepatlah dicamkan peringatan pada setiap iklan rokok bahwa “ Merokok membunuhmu!” Merokok merupakan risiko kematian yang paling besar. Tidak ada komoditi mana pun yang memiliki risiko fatal yang sedemikian besar! Bahaya rokok sudah dikenal luas. Bahan-bahan bahaya yang paling penting dalam asap rokok adalah: 1.Tar terutama menyebabkan kanker paru (dan berbagai jenis kanker lainnya). 2. Monoksid terutama menyebabkan serangan jantung (penyakit jantung koroner) dan stroke. 3. Nikotin biangkeladi yang mengikut sertakan tar dan monoksid dengan asap rokok ke dalam paru terutama menyebabkan serangan jantung dan serangan otak (stroke) dan pembuluh darah perifer (kaki). Di samping itu asap rokok pemicu serangan asma akut dan mengakibatkan ‘paru molor’ atau emfisem yang progresif dan ireversibel (tak dapat disembuhkan). 1. Seharusnya setiap pabrik rokok, demi kepentingan umum, diwajibkan mencantumkan kadar bahan-bahan bahaya tersebut dalam bungkus rokok. Hal ini sudah lazim berlaku di Negara-negara maju. Tetapi di Negara terbelakang, yang belum berkembang atau yang dalam perkembangan seperti negeri kita ini, belum diterapkan peraturan tersebut. Selama lebih dari 60 tahun pabrik rokok tidak pernah jujur untuk menjelaskan dan mencantumkan kadar nikotin dalam rokok. 2. Bungkus rokok hendaknya dibuat hitam putih atau satu warna saja. Kandungan bahan berbahaya tar, monoksid dan nikotin tercantumkan dan jelas terbaca. Peringatan bahaya rokok ditampilkan bergambar secara berotasi sesuai dan sejalan dengan Tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2016. (Bersambung)

2 Komentar
Media Block Image Alt Left Round

muherman harun

June 2, 2016 • 9:48am

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2016 (sambungan) Bagaimana tanda-tanda kekurangan nikotin pada perokok? Ia merasa tidak enak, tak nyaman kalau lama tidak isap rokok, pusing, tak gairah kerja, kurang bisa berpikir, kurang konsentrasi, mudah tersinggung, tak sabar. Kecanduan nikotin, ia berulah: “Merokok mati, tak merokok, mati juga. Hidup-mati di tangan Tuhan; Winston Churchill, Mao Tse Tung, Deng Hsiao Ping, Fidel Castro perokok berat, panjang umur; Biar dapur tak ngepul, asal bisa rokok”. Bayar anak sekolah, beli buku sekolah bisa ditunda. Berobat ke dokter atau ke rumah sakit pun ditunda, kebutuhan rokok nomor satu. Menjelang Lebaran, beli pakaian baru untuk anak dan isteri perlu tunggu uang rokok. Perokok lebih mementingkan rokoknya ketimbang kasih keluarga. Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2009 mengeluarkan fatwa HARAM soal merokok di tempat umum (ruang publik) dilakukan anak-anak dilakukan wanita hamil. Makin muda usia merokok (biasanya mulai di kelas 2 SMP), makin sukar melepaskan diri dari belenggu rokok. Merekalah yang akan menjadi pangsa pasar utama fabrik rokok di hari depan, menggantikan perokok yang sudah meninggal. Itulah sebabnya, perusahaan rokok bisa menjadi kaya-raya dengan menargetkan mengorbankan anak-anak agar mulai merokok. Iklan trendy, SPG menggoda untuk merokok, sponsor pabrik rokok untuk kegiatan berbagai jenis olahraga nasional, pesta-pesta rakyat dll. Membiayai proyek-proyek pembangunan megah, memberi beasiswa untuk studi lanjutan, semuanya bebas dilakukan pabrik rokok dengan dalih sebagai sumbangan CSR (Corporate Social Responsibility). Produksi rokok yang adiktif dan amat berbahaya, promosi, mengiklankan dan penjualannya merupakan usaha yang legal di Indonesia. Fabrik rokok DJARUM Super menjadikan pemiliknya (keluarga Hartono) yang paling kaya di Indonesia! Slogan fabrik rokok DJARUM Foundation:: “Bakti pada Negeri!” berarti juga “Bakti pada Perokok”? Kami tidak berniat melarang orang merokok, tetapi menghimbau agar janganlah menjadikan anak-anak kita memulai merokok melalui iklan rokok yang memberi iming-iming yang tak benar dan tak wajar. Kami tidak bertujuan penutupan fabrik rokok, tetapi jangan pengusaha rokok mensponsori kegiatan pemuda/masyarakat sambil mengiklankan dan mempromosi produknya. Rokok telah merenggut jiwa dari jutaan orang setiap tahunnya, dan mengakibatkan cacad dan penderitaan yang sangat mendalam menimpa sang perokok. Berikut juga orang dan keluarga tersayang di sekitarnya. Kami mohon kepada perokok, janganlah mencemarkan udara di sekitar orang bukan-perokok di tempat-tempat umum, teman sekerja, keluarga dan terutama anak-anak tercinta kita. Biarkanlah mereka selalu menghirup udara bersih, bebas dari asap rokok.


Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *