Berita

Sejarah Singkat Jemaat dan Sekolah Advent Anjasmoro

Sejarah Singkat Jemaat dan Sekolah Advent Anjasmoro

Jemaat Anjasmoro sedang berbakti di dalam gereja. © Facebook GMAHK Anjasmoro, Surabaya

Magnifying Glass Lihat lebih besar

Gagasan mendirikan Jemaat Tionghoa di Surabaya yang menjadi cikal bakal berdirinya Jemaat Anjasmoro dimulai pada tahun 1954 di prakarsai oleh Tan Swie Gwan. Pada awal perintisannya perkumpulan ini menyewa Loge Gebouw di Jalan Tunjungan No. 80 Surabaya.

Semangat Tan Swie Gwan untuk memiliki Gedung Gereja sendiri terus membara, ia bersama Siao Tjiet Boen (kakek dari Grace Siaoman dari pihak ayah), Kan Too Lam (kakek dari Grace Siaoman dari pihak ibu), Han Kiet Bing dan lain-lainnya mengumpulkan iuran untuk mewujudkan impian tersebut. Setelah bersabar selama tiga tahun ternyata dana yang terkumpul hanya hanya sebesar Rp. 11.000,-.

Rencana Tuhan indah dan tepat pada waktu-Nya, Liem Soen Hoo digerakkan Tuhan untuk membeli sebuah persil dari Liem Bie Swan dengan harga Rp. 150.000,- di Jalan Anjasmoro 12, dan di tempat inilah Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Anjasmoro didirikan.

Tan Swie Gwan yang menjabat sebagai Ketua Jemaat Anjasmoro tahun 1965 kembali menyampaikan gagasannya pada acara Konferensi Jemaat untuk mendirikan sekolah gereja yang di mulai pada jenjang Taman Kanak – Kanak (TK).  Pada tahun 1974 TK didirikan, kemudian dengan berjalanya waktu dan meningkatnya kebutuhan anggota – anggota jemaat akan pendidikan maka didirikan jenjang pendidikan SD (1976), SMP (1981) dan SMA (1985).

Data siswa – sisiwi dan guru – guru serta staff pada tahun ajaran 2015 – 2016 di TK, SD, SMP dan SMA Anjasmoro (Surabaya Adventist Academy/ Perguruan Advent Anjasmoro sebagai berikut :

No.

Jenjang Pendidikan

Advent N. Advent Jumlah
1. TK 8 10 18
2. SD 46 37 83
3. SMP 39 28 67
4. SMA 33 28 61
Jumlah 126 103 229

Data Siswa

 

No. Jenjang Pendidikan Advent N. Advent Jumlah
1. TK 2 2
2. SD 7 5 12
3. SMP 5 5 5
4. SMA 5 12 17
5. TU/Keuangan 3 3
6. Keamanan 1 1 2
7. Kebersihan 1 1
Jumlah 24 22 46

Data Guru dan Staff

Dengan kondisi jumlah siswa – siswi di Surabaya Adventist Academy / Perguruan Advent Anjasmoro mencapai 229 dan jumlah guru serta staff mencapai 46, maka Majelis Jemaat dan Dewan Sekolah bekerja sama untuk membagun kembali Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Anjasmoro dan Sekolah.

Berbagai upaya – upaya yang dilakukan untuk mewujudkan impian tersebut adalah :

  1. Tahun 2001 Sdr. Samuel Wahjudi bersama sdri. Grace S membuat desain dan proposal untuk mencari dana pembangunan dengan menggunakan dua bahasa dengan maksud digunakan untuk mencari dana ke Amerika.
  2. September 2002 Sdr. Samuel Wahjudi bersama team mengukur kembali tanah di Kalijudan yang sediannya diperuntukkan untuk sekolah namun sungguh sangat mengejutkan karena terjadi perubahan zoning yang dilakukan oleh tata kota Surabaya yang menyebabkan ukuran tanah berkurang 1000 m2 dan sudah tidak memungkinkan untuk kegiatan pembangunan sekolah.
  3. 20 Oktober 2002 – 1 Mei 2005, sesuai Rapat Majelis Sekolah diputuskan untuk menjual tanah Kalijuan, untung dan malang tiada yang mengetahui, sudah banyak calon pembeli yang datang dan pergi untuk menawar tanah tersebut, namun semuanya selalu terhenti dengan kondisi tanah yang benar – benar kurang menguntungkan tersebut. Sekali lagi Tuhan yang penuh Rahmat menunjukkan penyertaan-Nya seorang bernama Ir. Samuel Tehuayo pada tanggal 29 April 2005.
  4. Dengan dana yang sudah diperoleh melalui penjualan tanah Kalijudan, Dewan Sekolah  tetap menjalankan misinya untuk mencari lokasi yang tepat guna lokasi pembangunan sekolah, akhirnya di temukan suatu lokasi yang menurut pemikiran saat itu cocok yaitu di Jalan Tokala No. 8 Surabaya. Namun kendala timbul dari warga tidak menyetujui rencana pembangunan sekolah di lokasi tersebut karena akan menimbulkan kebisingan, berbagai upaya dan pendekatan – pendekatan dilakukan hingga kurun waktu 3 tahun. Karena dirasa hasilnya nihil maka dalam rapat gabungan Majelis Jemaat dan Majelis Sekolah diambil keputusan untuk menjual tanah di Jalan Tokala No. 8 Surabaya tersebut. Bahkan keputusan ini dikukuhkan kembali pada Konferensi Jemaat Istimewa tertanggal 6 April 2013.

Pada ulang tahun Jemaat Anjasmoro ke 60 (1954 – 2014) dan ulang tahun sekolah Sekolah ke 40 (1974 – 2014), hari Minggu 23 Februari 2014, Pdt. Kristiyono Sarjono sebagai Gembala Jemaat Anjasmoro dalam sambutannya menyampaikan Gereja dan Sekolah Advent Anjasmoro Masa Depan dengan bangunan bertingkat dengan estimasi dana pembangunan mencapai 8,5 M.

Sejak dikukuhkan kembali rencana pembangunan tersebut maka sekolah harus mulai mempersiapkan tempat sementara yang digunakan untuk proses belajar mengajar selama sekolah dibangun. Usaha – usaha pencarian dilakukan berkali – kali dan selalu terbentur kepada dua hal yaitu mahalnya ongkos sewa yang di tawarkan dan bangunan yang tidak sanggup menampung siswa – siswi yang terdiri dari empat jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.

Terkadang kelelahan juga datang mendera, namun guru – guru, staff, Dewan Sekolah dan Majelis Gereja tidak henti – hentinya mengupayakan lokasi yang tepat untuk persinggahan sementara sekolah dibangun. Janji alkitab yang terdapat dalam Yeremia 17 : 7 “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” menjadi kekuatan yang sungguh dasyat dan janji Tuhan tersebut pasti. Setelah akte pembangunan turun tertanggal 24 Agustus 2015 maka Tuhan yang menepati janji tersebut menunjukkan tempat yang sangat dekat dengan sekolah yaitu di Jalan Anjasmoro No. 28 untuk menjadi persinggahan sementara dengan ongkos sewa yang tidak terlalu mahal, lebih dari itu mampu menampung seluruh siswa – siswi pada empat jenjang yang ada TK, SD, SMP dan SMA, serta Jemaat Anjasmoro tetap beribadah dengan aman dan nyaman selama pembangunan di persinggahan sementara tersebut. Terpujilah Tuhan dari kekekalan hingga kekekalan !

Catatan :
Sejarah singkat ini ditulis dan diringkas kembali oleh David Maart, Departemen Komunikasi Konferens Jawa Kawasan Timur sesuai dengan kebutuhan dengan tidak menghilangkan sumber aslinya yaitu : Kronologi Penjualan Tanah Kalijudan dan Sejarah singkat Sekolah dan Gereja Anjasmoro Surabaya.







Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *