28 Doktrin

Gereja Masehi Advent Hari Ke-tujuh

Apakah Kitab Suci (PL/PB) adalah Sabda Allah?
Ya! Karena Kitab Suci adalah Kitab dimana Allah menyampaikan kepada manusia pengetahuan tentang keselamatan. Mzm. 119:105; Ams. 30:5-6; Yes. 8:20; Yoh. 17:17; 1 Tes. 2:13; 2 Tim. 3:16,17; Ibr. 4:12; 2 Ptr. 1:20,21.

Apa keistimewaan Alkitab?
Keunikan Alkitab bukanlah karena tidak ada bandingannya secara politis, kultural, maupun pengaruh sosial, melainkan dari sumber dan masalah pokok yang dikandungnya. Itu adalah penyataan Allah mengenai Allah – Manusia yang unik: Anak Allah, Yesus Kristus – Juruselamat dunia.

Bagaimanakah caranya Tuhan menyatakan diri-Nya melalui Alkitab?
Ada dua cara:
1. Penyataan secara Umum. Apa maksudnya? Pandangan mendalam mengenai tabiat Allah yang mana sejarah, tingkah laku manusia, hati nurani, dan persediaan alam, inilah yang dimaksud penyataan secara umum. Mzm. 19:2; Rom. 1:20.
2. Penyataan secara khusus. Apa maksudnya? Dosa mengaburkan penyataan diri Allah, dalam kasih, Allah memberikan penyataan khusus tentang dirin-Nya untuk membantu kita untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan2 yang besar dan membingungkan dari kehidupan. Ibr. 1:1-2; Yoh. 17:3; Ef. 4:21.

Apakah sebenarnya fokus Alkitab?
Alkitab mengungkapkan Allah dan mengekspos kemanusiaan. Mengekspos kesulitan yang kita hadapi dan menyatakan jalan keluarnya. Alkitab itu menyampaikan bahwa kita sudah hilang, jauh dari Allah, serta menyatakan Yesus Kristus satu2nya yang mencari dan membawa kita kembali kepada Allah. Itulah sebabnya Yesus Kristus adalah fokus Alkitab. Tema kasih Allah, khususnya seperti yang tampak dalam kematian Kristus sebagai korban di kayu salib – adalah kebenaran yang paling muliadari alam semesta— adalah fokus Alkitab. Semua kebenaran pokok Alkitab haruslah dipelajari dari sudut ini.
Otoritas Alkitab atas iman dan praktik muncul dari sumbernya. Demikianlah Tuhan, dalam pribadi Roh Kudus, telah menyatakan diri-Nya melalui Alkitab. Ia menulis Alkitab itu bukan dengan tangan-Nya, melainkan dengan tangan orang lain—kurang lebih 40 orang—dalam kurun waktu lebih dari 1.500 tahun. Dan sejak Roh Kudus Allah mengilhami para penulis, maka Allah sendirilah yang menjadi pengarangnya. 2 Tim. 3:16.

Bagaimana proses inspirasi?
2 Ptr 1:21 “diilhamkan” theopneustos—Gr. “diembuskan Allah”. Diilhami Allah, diwujudkan dalam bahasa manusia dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, namun tetap merupakan kesaksian Allah. Allah memberikan ilham kepda manusia—bukan kata demi kata. Dalam salah satu contoh kita dapati Tuhan berbicara dan menulis kata demi kata dalam sepuluh hukum. Dalam beberapa kejadian para penulis diperintahkan untuk mengungkapkansecara tepat perkataan Tuhan, tetapi dalam banyak hal Tuhan menginstruksikan mereka untuk menulis apa yang mereka lihat dan dengar. Pikiran dan kehendak Ilahi dipadukan dengan pikiran dan kehendak manusia; sehingga ucapan manusia adalah perkataan Allah.

Bagaimana dengan keaslian Alkitab?
Terlepas dari upaya untuk menghancurkannya, Alkitab tetap terpelihara dengan akurasi yang menakjubkan, bahkan ajaib. Alkitab dan Roh Kudus tidak pernah bisa dipisahkan. Roh Kudus adalah penulis sekaligus pengungkap kebenaran Alkitab.

Bagaimana dengan kesatuan Alkitab?
Meskipun ditulis oleh generasi yang terpisah, kebenaran PL dan PB tetap tidak dapat dipisahkan; keduanya tidak saling bertentangan. Kedua wasiat itu adalah satu, karena Tuhan adalah satu.
Mari kita percayai Alkitab sebagai kitab Tuhan.
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 1
Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Keaslian Alkitab bisa saja ada upaya untuk menghancurkannya, namun Alkitab tetap terpelihara dengan akurasi yang menakjubkan.
2. B – S Kitab Suci (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) adalah Sabda Allah karena Kitab Suci adalah Kitab dimana Allah menyampaikan kepada manusia pengetahuan tentang keselamatan.
3. Bagaimanakah caranya Tuhan menyatakan diri-Nya melalui Alkitab?
______________________________________________________
Jawaban Pelajaran 1 :
1. ………………………………
2. ………………………………
3. ……………………………………

Apakah pengetahuan manusia tentang Allah sempurna?
Sangat tidak sempurna! Kenapa? Karena di Golgota hampir semua orang menolak Yesus. Hanya beberapa orang saja mengakui siapa Yesus sebenarnya. Banyak teori yang mencoba menjelaskan tentang Tuhan, hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan pencarian manusia tidak dapat menembus yang Ilahi.

Kalau begitu, apakah kita bisa mengetahui tentang Tuhan?
Tuhan dapat dikenal! Menyadari kesulitan manusia, Tuhan, dalam kasih dan belas kasih-Nya, menjangkau kita melalui Alkitab. 1 Yoh. 5:20; Yoh. 17:3 – inilah kabar baik. Meskipun tidak mungkin untuk mengenal Allah sepenuhnya, Kitab Suci memberikan pengetahuan praktis tentang Dia.

Cara kita belajar tentang Allah melalui Alkitab berbeda dari semua metode lain dalam memperoleh pengetahuan. Harus ada keterbukaan terhadap ROH KUDUS. Yoh. 7:17; Mat. 11:27; 1 Kor. 1:20,21.

Mengapa begitu banyak orang di zaman Yesus gagal melihat penyataan diri Allah di dalam Yesus?
Karena mereka menolak untuk tunduk pada bimbingan Roh Kudus melalui Alkitab. Masalah mereka bukanlah kecerdasan, tetapi hati mereka tertutup sehingga menggelapkan pikiran mereka dan mengakibatkan kehilangan kekal.

Dari manakah kita tahu keberadaan Allah?
Ada dua sumber utama bukti keberadaan Allah :
1. Buku alam dan
2. Alkitab.
Buku alam –Maz. 19:2; Yoh. 1:9; Rom. 1:20; Kisah 17:23; Rom. 2:14,15.
Alkitab – Kej. 1:1; Maz. 14:1; Rom. 1:18-22,28; Ibr. 11:6 – alkitab tidak membuktikan keberadaan Allah. Alkitab menganggap-Nya ada.

Alkitab menggunakan banyak nama untuk mengungkapkan pribadi, sifat, karakter, dan kualitas Allah.
El dan Elohim “Tuhan” mengungkapkan kuasa Ilahi dari Allah. Kej. 1:1; Kel. 20:2; Dan 9:4.
Elyon dan El Elyon “Tuhan yang mahatinggi”. Kej. 14:18-20; Yes. 14:14.
Adonai “Tuhan, Tuan”. Yes. 6:1; Maz. 35:23 menggambarkan Tuhan sebagai Pemerintah yang Mahakuasa.
Nama-nama lain mengungkapkan kesediaan Tuhan untuk menjalin hubungan dengan umat manusia, seperti Shadai dan El Shadai, Yahweh atau Yehuwa, Bapa. Ul. 32:6. PB – Mat. 6:9.
Tindakannya menegaskan bahwa Dia adalah Tuhan yang berpribadi.

Ciri-ciri Tuhan yang tidak dapat diungkapkan terdiri dari aspek sifat Ilahi-Nya yang tidak diberikan kepada makhluk-makhluk ciptaan.
Tuhan itu ada dengan sendirinya, karena Ia memiliki “hidup dalam diri-Nya”. Yoh. 5:26. Dia independen dalam kehendak. Ef. 1:5. Dan berkuasa. Maz. 115:3. Dia Mahatahu. Ayub 37:16. Dia Alfa & Omega. Why 1:8. Dia ada dimana-mana. Maz. 139:7-12. Melampaui semua ruang. Ia kekal. Maz. 90:2, dll. Alkitab mengajarkan kedaulatan Tuhan. Alkitab mengungkapkan pengendalian Tuhan sepenuhnya atas dunia ini.

Apakah hanya ada satu Tuhan?
Bagaimana dengan Kristus dan Roh Kudus?
Keesaan Tuhan – Ul. 4:35;6:4; Yes. 45:5; Zak. 14:9; Mark. 12:29-32; Yoh. 17:3; 1 Kor 8:4-6; Ef. 4:4-6; 1 Tim 2:5. Penekanan monotetistik ini tidak bertentangan dengan konsep Kristen tentang Allah Tritunggal atau Trinitas—Bapa, Putra, dan Roh Kudus; sebaliknya, ini menegaskan bahwa tidak ada panteon (kuil) dari berbagai dewa.
Meskipun Perjanjian Lama tidak secara eksplisit mengajarkan bahwa Tuhan itu Tritunggal, namun menyinggung suatu pluralitas dalam Keallahan. Kej. 1:26; 3:22; 11:7; Kel. 3:6.
Kedatangan Yesus yang pertama memberi kita pandangan yang lebih jelas tentang Allah Tritunggal. Tidak ada jarak antara pribadi-pribadi dari Tritunggal. Ketiganya adalah Ilahi, namun mereka berbagi kuasa dan kualitas keilahian. Keallahan bukan satu Pribadi, Tuhan adalah satu dalam tujuan, pikiran, dan karakter. Keesaan ini tidak melenyapkan kepribadian-kepribadian yang berbeda dari Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Begitu pula keterpisahan antara kepribadian dalam keilahian tidak menghancurkan persekutuan monoteistik di dalam Alkitab bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah Tuhan yang Esa. Meskipun ketiga anggota Tritunggal bekerja sama untuk menyelamatkan, hanya Yesus yang hidup sebagai manusia, mati sebagai manusia, dan menjadi Juruselamat kita.

Pertanyaan Pelajaran 2
Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Tuhan tidak dapat dikenal karena manusia menyadari banyak kelemahan-kelamahan dan keterbatasan.
2. B – S Mengapa begitu banyak orang gagal melihat penyataan diri Allah? Karena mereka menolak untuk tunduk pada bimbingan Roh Kudus melalui Alkitab.
3. Jelaskan pemahaman anda tentang Allah tritunggal berkaitan dengan keesaan Tuhan. ______________________________________________________
Jawaban Pelajaran 2 :
1. ………………………………
2. ………………………………
3. ……………………………………

Allah Bapa sering disalahpahami. Perjanjian Lama menggambarkan Allah Bapa dalam istilah-istilah berikut:
1. Allah Bapa. Ul. 32:6 – Allah adalah Bapa kita melalui penciptaan dan penebusan.
2. Allah yang berkemurahan. Kel. 34:6 – simbol jaminan Allah yang kekal bahwa mereka yang datang kepada-Nya tidak akan ditolak.
3. Allah perjanjian. Kej. 9:1-17
4. Allah penebus. Maz. 8:3,4
5. Allah perlindungan. Maz. 27:3
6. Allah pengampun. Maz. 51:1,11
7. Allah kebaikan. Maz. 34:8
8. Allah yang setia. Im. 26; Ul. 28
9. Allah keselamatan. Yes. 35:4

Perjanjian Baru tidak berbeda dengan perjanjian lama, namun ada tambahan:
1. Bapa dari segala penciptaan. 1 Kor. 8:6
2. Bapa semua orang percaya. Mat. 5:45
3. Allah yang memberi
4. Allah kasih.
Sebagaimana seorang gembala mengasihi domba-dombanya dan mempertaruhkan hidupnya apabila ada seekor pun yang hilang, begitulah dalam ukuran yang jauh lebih besar, Allah menunjukkan kasih-Nya terhadap setiap orang yang hilang.

Pertanyaan Pelajaran 3
Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta
atau yang membimbing anda.
1. B – S Nama Allah Bapa tidak ada disebutkan langsung di dalam Alkitab tetapi Allah Bapa
digambarkan dalam istilah-istilah.
2. B – S Kitab Suci (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) menunjukkan bahwa Allah Bapa
menunjukkan kasih-Nya kepada setiap orang agar selamat.
3. Sebutkan beberapa istilah-istilah Allah Bapa.

Jawaban Pelajaran 3 :
1. ………………………………
2. ………………………………
3. ……………………………………

Bagaimanakah mungkin Tuhan menjadi manusia, dan apakah itu perlu?

Anak Allah yang Kekal menjelma dalam Yesus Kristus.

Latarbelakang – Bilangan 21 – padang gurun, yang dulunya adalah tempat perlindungan Israel, menjadi kuburan. Banyak orang mati karena ular beludak atau ular tedung. Ular selalu menjadi symbol iblis. Kej. 3; Why 12. Ular tembaga, itu adalah yang simbol aneh. Dengan memandang kepada Kristus, umat manusia yang tidak berdaya dapat menemukan kehidupan.

Segera setelah Adam dan Hawa berdosa, Allah memberikan mereka pengharapan dengan menjanjikan untuk memperkenalkan permusuhan supernatural antara ular dan perempuan itu—antara keturunan ular dan keturunan perempuan. Kej. 3:15. Sejak saat itu, manusia mencari Yang Dijanjikan. Setelah dosa masuk, Tuhan menetapkan pengorbanan hewan dan ini adalah lambang Allah Anak akan membinasakan dosa. Karena dosa—pelanggaran hukum Allah—umat manusia menghadapi kematian. Kej. 2:17; Rom. 6:23. Tetapi Yoh. 3:16—dalam kasih-Nya yang tak terbatas Allah mengaruniakan AnakNya. Untuk memperoleh pengampuan, orang berdosa yang bertobat membawa persembahan korban hewan yang tak bercacat cela—melambangkan Juruselamat yang tak berdosa. Tuhan menjanjikan kabar baik dari Juruselamat yang akan datang yang diketahui oleh umat manusia. Kelahiran manusia Ilahi ini akan menjadi supernatural. Mikha 5:2; Yes. 7:14; Luk 4:18,19.

Salah satu nama Yesus adalah Immanuel, yang berarti “Allah menyertai kita”. Pada waktu baptisan-Nya disungai Yordan, Yesus diurapi oleh Roh Kudus dan menerima pengakuan Allah sebagai “Mesias” (Ibr.), atau “Kristus” (Gr.)—kedua-duanya berarti “Yang Diurapi” (Luk. 3:21,22; Kis. 10:38; Yoh. 1:41. Alkitab memprediksi bukan hanya kematian-Nya, tetapi juga kebangkitan-Nya. Kis.2; Yoh. 11. Inkarnasi Allah Anak adalah sebuah misteri. Hanya oleh memanggil Roh Kudus untuk pencerahan.

Yesus Kristus sesungguhnya adalah Allah.

Apakah bukti bahwa Yesus adalah Ilahi?
1. Atribut keilahian-Nya. Kristus memiliki sifat Ilahi. Mat.28:18; Yoh. 17:2; Kol. 2:3.
2. Kuasa Ilahi dan hak prerogative-Nya. Yoh. 1:3; Kol. 1:16.
3. Nama-nama Ilahi-Nya. Mat. 1:23; Yoh. 1:29,34
4. Keilahian-Nya diakui. Yoh. 1:1,14.
5. Kesaksian pribadi-Nya. Yoh. 8:58.
6. Kesetaraan-Nya dengan Allah. Yoh. 14:9
7. Dia disembah sebagai Tuhan. Ibr. 1:6.
8. Sifat Ilahi-Nya merupakan suatu kebutuhan. Yoh. 1:18

Yesus Kristus sesungguhnya adalah manusia.

Apakah bukti bahwa Yesus adalah manusia?
1. Kelahiran manusia-Nya. Gal. 4:4; Filp. 2:7.
2. Perkembangan manusia-Nya. Luk. 2:40,52.3. Dia disebut “Seorang”. Yoh. 1:30; Kis. 2:22.
4. Karateristik kemanusiaan-Nya. Mat. 4:2; Yoh. 19:28.
5. Luasnya identifikasi Yesus dengan sifat manusia. Rom. 8:3
6. Sifat kemanusiaan Yesus Kristus yang tanpa dosa. 1 Yoh 3:5-7
7. Perlunya Kristus mengambil sifat manusia. Ibr. 2:18’ 4:15.

Pribadi Yesus Kristus memiliki dua sifat: Ilahi dan manusia. Dia adalah menusia Allah. Gal. 4:4; Filp. 2:6,7.

Tugas-tugas Yesus Kristus:
Kristus melakukan pekerjaan-Nya sebagai perantara antara Allah dan kita melalui jabatan nabi, imam, dan raja. Luk. 13:33; Ibr. 5:6,10; Zak. 6:13.

Melalui Dialah segala sesuatu diciptakan, sifat2 Allah dinyatakan, keselamatan manusia dilengkapkan, dan dunia dihakimi. Ialah Allah yang sejati selama-lamnya, juga menjadi manusia yang sejati, yakni Yesus Kristus dikandung karena Roh Kudus dan dilahirkan melalui anak dara Maria. Ia hidup dan mengalami pencobaan sebagai seorang manusia, akan tetapi melakukan dengan sempurna kebenaran dan kasih Allah. Ia mati kemudian Ia bangkit dan naik kesurga untuk melayani kepentingan kita di Bait Suci yang di surga. Ia akan datang kembali untuk melepaskan umat-Nya untuk kali yang terakhir serta memulihkan segala sesuatu.

Pertanyaan Pelajaran 4
Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Salah satu nama Yesus adalah Immanuel, yang berarti “Allah menyertai kita”.
2. B – S Pribadi Yesus Kristus memiliki dua sifat: Ilahi dan manusia. Dia adalah menusia Allah.
3. Sebutkan bukti bahwa Yesus adalah Ilahi dan manusia :

Jawaban Pelajaran 4:
1. ………………………………
2. ………………………………
3. ……………………………………

Siapakah Roh Kudus itu?

Alkitab menyatakan bahwa Roh Kudus itu satu pribadi, bukan sebuah kekuatan yang tidak mempunyai pribadi. Kis. 15:28; Yoh. 16:14; Mat. 28:19; 2 Kor. 13:14. Roh Kudus memiliki kepribadian. Kej. 6:3; Luk. 12:12; Yoh. 16:8; Kis 13:2; Rom. 8:26; 2 Petr. 1:21.

Roh Kudus adalah Allah. Kis. 5:3,4; Mat. 12:31,32. Sifat-sifat Ilahi kepada Roh Kudus. Roh Kudus adalah kehidupan. Rom. 8:2. Ia adalah kebenaran. Yoh. 16:13. Ia adalah mahakuasa. 1 Kor. 12:11. Ia Mahahadir. Yoh. 14:16. Ia Mahatahu. 1 Kor. 2:10,11. Roh Kudus adalah setara dengan Allah Bapa dan Allah Anak dalam baptisan Mat. 28:19, dalam doa penutup yang bersifat memberkati. 2 Kor. 13:14, dan karunia-karunia rohani. 1 Kor. 12:4-6.

Di dalam Keallahan, Roh tampaknya melaksanakan tugas pelaksanaan.
Kita direncanakan menjadi tempat tinggal Roh Kudus. 1 Kor. 3:16.

Misi Roh Kudus.
Yesus menjamin bahwa Roh Kudus akan diterima mereka sebagai wakil-Nya secara pribadi. Yoh. 14;18. Misi-Nya ialah untuk menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Yoh. 16:8. Roh Kudus membawa kepada kita suatu penyadaran akan dosa. Ia mendorong semua orang supaya menerima kebenaran Kristus. Ia memperingatkan pikiran orang yang digelapi dosa atas perlunya pertobatan dan perubahan.

Apakah yang dilakukan Roh Kudus bagi orang-orang beriman?
1. Ia menolong orang2 percaya. Penolong “parakletos” Gr “Penolong” “Penghibur”
“Penasehat” “Perantara” “Pembela”. Yoh. 14:16; 1 Yoh. 2:1.
2. Ia membawa kebenaran Kristus. Yoh. 14:17; 15:26; 16:13.
3. Ia membawa hadirat Kristus. Yoh. 14:16,17; 16:7.
4. Ia membimbing pekerjaan gereja. Yoh. 14:23; Kis. 13:1-4.
5. Ia melengkapi jemaat dengan karunia2 istimewa. Hak. 3:10; Bil. 11:17; 1 Sam. 10:6; Kis. 2:38; 1 Kor. 12:7-11.
6. Ia mengisi hati orang2 percaya. Kis. 19:2,6. Yesus menyatakan perlunya lahir dari air dan Roh. Yoh. 3:5. Roh itu sangat menentukan. Semua perubahan yang diakibatkan Yesus Kristus dalam kita terjadi melalui pelayanan Roh. Sebagai umat percaya kita harus senantiasa waspada bahwa tanpa Roh kita tidak akan dapat melakukan sesuatu. Yoh. 15:5.

Dewasa ini Roh Kudus mengarahkan perhatian kita kepada karunia kasih Allah terbesar yang diberikan dalam Anak-Nya. Ia mengharapkan agar kita jangan menghalangi permohonan-Nya, melainkan menerima jalan satu-satunya itu, yang memungkinkan kita diperdamaikan dengan Bapa kita yang penuh kasih dan kemurahan. _____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 5
Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Alkitab menyatakan bahwa Roh Kudus itu satu pribadi, bukan sebuah kekuatan yang tidak mempunyai pribadi.
2. B – S Dewasa ini Roh Kudus mengarahkan perhatian kita kepada karunia kasih Allah terbesar yang diberikan dalam Anak-Nya.
3. Sebutkan beberapa apakah yang dilakukan Roh Kudus kepada orang-orang beriman?
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 5:
1. ………………………………
2. ………………………………
3. ……………………………………

Bagaimanakah sebenarnya asal mula penciptaan?
Mari kita akan bahas tentang penciptaan.

Tuhan Pencipta segala sesuatu. Kejadian 1:1; Keluaran 20:8-11; Maz. 19:1-6; Why 10:6;14:7.

Bagaimanakah kata mencipta itu bekerja?

Firman Mencipta.
Kata mencipta ini tidak tergantung pada materi yang sudah ada sebelumnya (ex nihilo). Ibr. 11:3. Meskipun kadang-kadang Tuhan benar-benar menggunakan materi yang sudah ada sebelumnya—Adam dan binatang buas terbentuk dari debu tanah, dan Hawa dibuat dari tulang rusuk Adam. Kej. 2:7,19,22.
Intinya, Allah menciptakan semua materi.

Apakah hari-hari penciptaan itu harfiah?
Ya!

Hari-hari dalam catatan penciptaan Alkitab menandakan periode 24 jam secara harfiah. Kata Ibrani “hari” “yom” selalu berarti hari harfiah 24 jam. Cara khas bagaimana umat Allah Perjanjian Lama mengukur waktu yaitu pada ungkapan “petang dan pagi” (Kej. 1:5,8,13,19,23,31) menetapkan hari-hari itu secara individu dengan hari yang dimulai pada petang hari, atau saat matahari terbenam (Im.23:23; Ul. 16:6).

Secara ringkas, Tuhan menceritakan kembali kisah penciptaan. Setiap hari (yom) dipenuhi dengan aktivitas mencipta; kemudian hari Sabat menjadi puncak pekan penciptaan, hari Sabat 24 jam, oleh karena, perayaan pekan penciptaan secara harfiah. Dengan demikian: “Siklus mingguan dari tujuh hari secara harfiah, enam hari untuk bekerja, dan hari ketujuh untuk beristirahat, yang telah dilestarikan dan diturunkan melalui sejarah Alkitab, berasal dari fakta-fakta tujuh hari pertama yang agung.”

Penyembahan kita kepada Tuhan didasarkan pada fakta bahwa Dia adalah Pencipta kita dan kita adalah ciptaan-Nya (Maz. 95:6). Allah menetapkan Sabat hari ketujuh supaya kita akan memiliki pengingat
abadi bahwa kita adalah ciptaan-Nya. Sabat adalah karunia anugerah, yang berbicara bukan tentang apa yang kita lakukan, tetapi tentang apa yang telah dilakukan oleh Allah. Secara khusus Dia memberkati
hari ini dan menguduskannya supaya kita tidak akan pernah lupa bahwa selain bekerja, kehidupan harus mencakup persekutuan dengan Pencipta, beristirahat, dan merayakan karya-karya penciptaan Allah yang luar biasa.

Demikianlah, dalam Yesus Kristus, Penciptaan dan keselamatan bertemu.

Meskipun banyak orang saat ini percaya bahwa manusia berevolusi dari bentuk kehidupan hewan yang lebih rendah dan merupakan hasil dari proses alami yang memakan waktu miliaran tahun, gagasan semacam itu tidak dapat diselaraskan dengan catatan Alkitabiah. Bahwa umat manusia telah mengalami proses degenerasi adalah sangat penting bagi pandangan Alkitabiah tentang sifat manusia.

Bagaimanakah asal manusia?

Tuhan menciptakan manusia. Asal usul umat manusia ditemukan dalam Majelis Ilahi (Kej.1:26; 2:7) – rumusnya “debu tanah” + “nafas hidup” = “pribadi yang hidup”. Penciptaan manusia adalah puncak dari semua penciptaan.

Apakah artinya diciptakan dalam gambar Allah? (Kej. 1:27). Sebagai manusia, kita harus mencerminkan karakter Allah dalam pikiran dan tindakan karena kita diciptakan menurut gambar-Nya.

Kejatuhan manusia.

Meskipun diciptakan sempurna dan dalam gambar Allah, dan ditempatkan di lingkungan yang sempurna, Adam dan Hawa menjadi pelanggar.

Bagaimanakah perubahan yang demikian radikal dan mengerikan itu terjadi?

Apakah Tuhan menciptakan dosa?
Tidak!

Lucifer, seorang yang berpangkat tinggi di dunia malaikat, menjadi sombong (Yeh. 28:17; 1 Tim. 3:6). Tidak puas dengan posisinya dalam pemerintahan Allah (Yud. 6), ia mulai mengingini tempat Allah
sendiri (Yes 14:12-14). Dalam upaya untuk menguasai alam semesta, malaikat yang jatuh ini menaburkan benih-benih ketidakpuasan diantara sesama malaikatnya, dan memperoleh kesetiaan banyak malaikat. Konflik surgawi yang dihasilkan berakhir ketika Lucifer, yang sekarang dikenal sebagai Iblis, musuh, bersama malaikatnya diusir dari surga (Why. 12:4;7-9. Jadi apakah Tuhan menciptakan setan atau iblis? Tidak!

Kenapa Lucifer ke Taman Eden?

Iblis bertekad untuk menarik orang lain untuk bergabung dengan pemberontakannya melawan pemerintah Allah. Perhatiannya tertarik pada umat manusia yang baru diciptakan. Dengan serangannya terhadap manusia pertama, Iblis berhasil. Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Akibatnnya adalah konsekuensi langsung dan jangka panjang dari dosa. Konsekuensi langsung adalah perubahan sifat manusia yang memengaruhi hubungan antara sesama, serta hubungan manusia dengan Tuhan (Kej.3:7; 8-10). Konsekuensi panjang adalah mengutuk ular, perempuan, Adam, dan tanah dan dosa terus merajalela. Rom. 6:23.

Perjanjian Anugerah.

Karena pelanggaran, pasangan pertama itu berdosa. Sebelum Allah menyatakan hukuman atas pasangan yang jatuh ke dalam dosa, Dia memberi mereka harapan dengan memperkenalkan perjanjian anugerah (Kej. 3:15). Perjanjian dibuat atara Tuhan dan manusia. Pertama, Tuhan berjanji melalui anugerah-Nya menyediakan pertahanan melawan dosa. Dia akan menciptakan kebencian antara ular dan wanita itu; antara pengikut Iblis dan umat Tuhan. Ini akan mengacaukan hubungan manusia dengan Iblis dan membuka jalan bagi hubungan baru dengan Tuhan.

Selama berabad-abad perang akan berlanjut di antara gereja Tuhan dan Iblis. Konflik akan mencapai puncaknya dalam kematian Yesus Kristus, yang merupakan wujud dari Benih wanita yang telah dinubuatkan itu. Di Golgota, Iblis dikalahkan. Meskipun Benih wanita itu memar, pembuat kejahatan itu dikalahkan. Semua yang menerima tawaran anugerah Allah akan tahu permusuhan dalam pertempuran dengan Iblis. Melalui iman mereka akan berbagi dalam kemenangan Juruselamat di Golgota. Perjanjian anugerah ini menunjukkan kasih Allah yang tak terbatas bagi umat manusia.

Sayangnya manusia menolak perjanjian anugerah yang agung ini sebelum Air Bah dan setelahnya (Kej. 6:1-8;11:1-9). Ketika Allah menawarkan perjanjian lagi, Dia melakukannya melalui Abraham. Sekali lagi Dia menegaskan janji penebusan (Kej. 22:18; 12:3; 18:18). Kitab Suci secara khusus menyoroti kesetiaan Abraham terhadap syarat-syarat perjanjian (Kej. 15:6). Perjanjian anugerah ini, Israel memutarbalikkannya menjadi perjanjian melalui usaha (Gal. 4:22-31).

Perjanjian Baru.

Ibr. 8:6-13; Dan. 9:27; Luk. 22:20; Rom. 15:8;Ibr. 9:11-22. Perjanjian baru diberikan bukan karena perjanjian kekal yang diubah tetapi karena ketidaksetiaan Israel terhadap perjanjian kekal Allah yang telah diselewengkan ke dalam system usaha; hal itu terkait dengan pernyataan baru dari kasih allah dalam inkarnasi, kehidupan, kematian, kebangkitan, dan mediasi Yesus Kristus; dan tidak sampai salib disahkan oleh darah Kristus.

Apa yang ditawarkan perjanjian ini bagi mereka yang menerimanya sangat besar. Melalui kasih karunia Allah itu menawarkan kepada mereka pengampunan atas dosa-dosa mereka. Itu menawarkan karya Roh Kudus menulis sepuluh Perintah di hati. Pengalaman perjanjian baru, kelahiran baru membawa kebenaran Kristus dan pengalaman pembenaran oleh iman. Pengalaman perjanjian baru menyediakan pembaruan hati, yang mengubah individu sehingga mereka akan menghasilkan buah roh (Gal. 5:22,23).

Harapan satu-satunya umat manusia yang jatuh adalah menerima undangan Allah untuk masuk ke dalam perjanjian kasih karunia-Nya. Melalui iman kepada Yesus Kristus kita dapat mengalami hubungan ini yang menjamin adopsi kita sebagai anak-anak Allah dan ahli waris bersama Kristus kepada kerajaanNya.

_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 7
Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Asal usul umat manusia adalah evolusi dari bentuk kehidupan hewan yang lebih rendah dan merupakan hasil dari proses alami yang memakan waktu miliaran tahun.
2. B – S Rumus kehidupan manusia adalah “debu tanah” + “nafas hidup” = “pribadi yang hidup”.
3. Sebutkan latar belakang kejatuhan manusia.
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 7:
1. ………………………………
2. ………………………………
3. ……………………………………

Pandangan Alkitab tentang pertentangan besar.

Apakah pertentangan besar menurut Alkitab?
Pertentangan antara Kristus dan Iblis – Kejadian 3:15; Why. 12:7-9.

Apakah inti pertentangan besar itu?
Sehubungan dengan karakter Allah, Hukum-Nya, dan kekuasaan-Nya – Why.12:17.

Dimanakah pertentangan ini bermula?

Misteri dari segala misteri, pertentangan itu bermula di surga ketika salah satu mahluk ciptaan, yang mendapatkan kebebasan memilih, dalam kesombongannya telah menjadi Iblis, musuh Allah dan memimpin sebagian malaikat untuk memberontak – Yes. 14:12-14; Yeh. 28:12-18; Why. 12:4-9.

Iblis menyebarkan pemberontakannya ke bumi kita. Adam dan Hawa jatuh dalam dosa – Kej.3. dosa (kejahatan) semakin bertambah-tambah sampai akhirnya Tuhan sedih – Kej. 6:5. Allah menggunakan air bah untuk membersihkan dunia ini. Tidak lama kemudian, keturunan Nuh yang setia menjauh dari perjanjian Allah – Kej. 9 & 11 – Menara Babel.

Beberapa waktu kemudian, ketika dunia hampir di penuhi kemurtadan total, Allah melanjutkan perjanjian dengan Abraham – Kej. 12 & 22. Generasi penerus dari keturunan Abraham terbukti kurang percaya atas PERJANJIAN KARUNIA ALLAH itu. Terperangkap dalam dosa, mereka membantu Iblis dengan menyalibkan Yesus Kristus.

Pertentangan kosmik mencapai titik pusat di Golgota.

Iblis memperkuat usahanya untuk menggugurkan misi Yesus pada saat mendekati akhirnya. Dengan sangat berhasil Iblis menggunakan para pemimpin agama. Kini, inti pertikaian bukan saja menyangkut tabiat-Nya dan hukum-Nya, tetapi juga Sabda-Nya (Alkitab) dan meragukan bahwa Yesus Kristus adalah Allah.

Bagaimana nasib manusia atas pertikaian ini?

Kristus tidak membiarkan umat-Nya dalam keadaan tanpa pengharapan. Roh Kudus telah diutus menjadi Penolong kita sampai pada kedatangan-Nya kedua kali – Yoh. 14:16; Mat. 28:20. Juga malaikat diutus untuk upaya keselamatan kita – Ibr. 1:14.

Yesus telah mati demi keselamatan kita.Kalau kita percaya dan menerima Dia sebagai Juruselamat kita dan setia sampai akhir, maka kita akan menang dalam pertiakaian besar ini dan kita akan selamat dan memperoleh hidup kekal.
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 8
Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Pertentangan itu bermula di surga ketika salah satu mahluk ciptaan, yang mendapatkan kebebasan memilih, dalam kesombongannya telah menjadi Iblis, musuh Allah dan memimpin sebagian malaikat untuk memberontak.
2. B – S Inti pertikaian bukan saja menyangkut tabiat-Nya dan hukum-Nya, tetapi juga Sabda-Nya (Alkitab) dan meragukan bahwa Yesus Kristus adalah Allah.
3. Sebutkan nasib manusia atas pertikaian ini?
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 8:
1. ……………………………….
2. ……………………………….
3. …………………………………….

Manusia telah mengalami penderitaan, kematian karena dosa. Kalau begitu, apakah sarana yang Tuhan buat agar manusia berdosa dapat ditebus? Satu-satunya sarana yang Allah buat untuk menebus manusia dari dosa adalah dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus.

Filipi 2:9-11

Alkitab menyatakan Allah yang menaruh perhatian atas keselamatan manusia (Yoh. 3:16). Allah adalah kasih (1 Yoh. 4:8). Tatkala Adam dan Hawa berdosa, Allah mengadakan inisiatif untuk mencari mereka. Seiring dengan kemurtadan bangsa Israel di Sinai, Allah mengungkapkan kemurahan tabiat-Nya yang penuh keadilan kepada Musa, dengan mengumumkan,… (Keluaran 34:6,7). Tabiat Allah menyatakan sebuah paduan anugerah dan keadilan secara unik.

Kabar baik ialah bahwa “Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus (2 Kor.5:19). Pendamaian-Nya memulihkan hubungan antara Allah dengan umat manusia (Rom. 5:10,11). Proses rekonsiliasi itu disosiasikan dengan istilah pendamaian. Secara Alkitabiah pendamaian ini dapat menunjuk baik kepada kematian Kristus dan tugas pengantaraan-Nya di dalam Bait Suci yang di surga. Korban pendamaian Yesus di Bukit Golgota menandai titik balik dalam hubungan antara Allah dan manusia. 2 Kor. 5:19 – Ini bukan berarti bahwa Allah tidak menjatuhkan hukuman atau dosa tidak lagi menimbulkan murka Allah. Artinya, Allah memberikan sebuah jalan yang menjamin keampunan bagi orang-orang yang berdosa sementara pada waktu yang bersamaan tetap menjungjung tinggi keadilan hukum-Nya yang abadi.

Kematian Kristus sebagai suatu keperluan.

Bagi Allah yang penuh kasih itu, untuk mempertahankan keadilan dan kebenaran-Nya, pendamaian dengan kematian Yesus merupakan “sebuah moral dan tindak hukum yang perlu. Pendamaian perlu karena manusia berada di bawah murka Allah. Di sinilah letak jantung Injil pengampunan atas dosa dan misteri salib Kristus. Orang-orang yang tidak mau menerima darah pendamaian Kristus tidak akan menerima keampunan atas dosa, dan tetap akan menjadi sasaran murka Allah (Yoh. 3:36; Rom. 3:25,26).

Jadi kehidupan Kristus sangat penting untuk keselamatan kita umat manusia.

Rom. 5:10. Dengan hidup Kristus, sebagaimana juga dengan kematian-Nya, menjembatani jurang yang diakibatkan dosa. Kedua-duanya perlu dan berperan bagi keselamatan kita. Jubah kebenaran-Nya menutupi pakaian manusia (Mat. 22:11; Yes. 61:10; 64:6).

Kehidupan Yesus di atas dunia ini juga memberikan sebuah contoh kepada manusia bagaimana cara hidup (1 Petr. 2:21-23).

Kebangkitan Kristus juga sangat penting untuk keselamatan kita. 1 Kor. 15:14,17; Luk. 24:36,43; Ibr. 8:1,2.

Makin dalam pemahaman kita atas anugerah Allah dalam terang salib, makin berkuranglah kita membenarkan diri sendiri dan semakin kita sadari berkat yang dicurahkan kepada kita.
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 9

Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Satu-satunya sarana yang Allah buat untuk menebus manusia dari dosa adalah dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus.
2. B – S Allah memberikan sebuah jalan yang menjamin keampunan bagi orang-orang yang berdosa sementara pada waktu yang bersamaan tetap menjungjung tinggi keadilan hukum-Nya yang abadi.
3. Berikan penjelasan anda kenapa kehidupan Kristus sangat penting untuk keselamatan kita umat manusia?
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 9 :

1. ……………………………….
2. ……………………………….
3. …………………………………….

Di seluruh Alkitab, gambaran pengalaman orang percaya—keselamatan, pembenaran, pengudusan, pemurnian, dan penebusan—dibicarakan sebagai (1) sudah dicapai, (2) saat ini sedang diwujudkan, dan (3) direalisasikan di masa depan. Pengalaman keselamatan yang mencapai jauh ke dalam jiwa berasal dari Tuhan sendiri. Yohanes 3:3-5; 14:6; Kisah 4:12 – hanya melalui Yesus Kristus seseorang dapat mengalami keselamatan.

Pengalaman keselamatan mencakup pertobatan, pengakuan, pengampunan, pembenaran, dan pengudusan.

Apa itu pertobatan? Kisah 15:3

Kata “pertobatan” adalah terjemahan dari kata Ibrani nachum, “menyesal,” “bertobat”. Kata Yunani yang setara, metanoeo, berarti “mengubah pikiran seseorang,” “merasa menyesal,” “bertobat.” Pertobatan menghasilkan perubahan radikal dalam sikap terhadap Tuhan dan dosa. Amsal 28:13.

Contoh pengalaman keselamatan : Pertobatan Daud – Mazmur 51:3,5,6,12. Meskipun pertobatan mendahului pengampunan, orang berdosa tidak dapat, dengan pertobatan, menyesuaikan diri untuk mendapatkan berkat Allah. Kenyataannya, orang berdosa bahkan tidak dapat menghasilkan dari dalam diri mereka pertobatan—itu adalah karunia Allah. Kisah 5:31; Roma 2:4.

Apa motivasi untuk pertobatan?

Hati dilelehkan dan ditaklukkan ketika kita merasakan bahwa kematian Kristus membenarkan kita dan membebaskan kita dari hukuman mati. Yohanes 12:32; Roma 5:6-10.

Apa itu pembenaran?

Kata “pembenaran” adalah terjemahan dari kata Yunani dikaioma, yang berarti “persyaratan yang benar, perbuatan,” “peraturan,” “pernyataan peradilan,” “tindakan pembenaran,” dan dikaiosis, menandakan, “pembenaran,” “pemulihan nama baik,” “pembebasan dari hutang.” Kata kerja terkait dikaioo, yang berarti “dinyatakan dan diperlakukan sebagai orang benar,” “dibebaskan.”

Secara teologis, pada umumnya, pembenaran adalah “tindakan Ilahi yang dengannya Allah menyatakan seorang pendosa yang berdosa sebagai orang benar atau menganggapnya sebagai orang benar. Pembenaran adalah kebalikan dari penghukuman (Roma 5:16).

Apakah hasil dari pertobatan dan pembenaran?

1. Pengudusan.
Kata “pengudusan” adalah terjemahan dari bahasa Yunani hagiasmos, yang berarti “kekudusan,” “penahbisan,” “penyucian,”. Bahasa Ibrani yang setara adalah qadash, “terpisah dari penggunaan umum.” Pertobatan dan pembenaran sejati menuntun kepada penyucian. Pembenaran dan pengudusan berhubungan erat, berbeda tetapi tidak pernah terpisah. Keduanya menunjuk dua fase keselamatan: Pembenaran adalah apa yang Tuhan lakukan untuk kita, sementara pengudusan adalah apa yang Tuhan lakukan di dalam kita. Tiga fase pengudusan, (1) tindakan yag dicapai di masa lalu orang percaya, (2) sebuah proses dalam pengalaman yang ada sekarang dari orang percaya, (3) dan hasil akhir yang dialami orang percaya saat kedatangan Kristus.
2. Adopsi ke dalam keluarga Allah. Roma 8:15-17.
3. Jaminan keselamatan. Efesus 1:7.
4. Awal dari kehidupan yang baru dan penuh kemenangan. Yohanes 16:33.
5. Karunia kehidupan kekal. 1 Yohanes 5:12

Apa pengalaman keselamatan saat ini? Panggilan untuk pengudusan hidup, perubahan batiniah. 2 Korintus 5:17; Roma 6:19; 1 Korintus 15:51-54.

Pengalaman keselamatan kita akhirnya dan sepenuhnya tercapai ketika kita dimuliakan baik dalam kebangkitan atau diubahkan ke surga. Roma 5:2.
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 10

Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Pengalaman keselamatan yang mencapai jauh ke dalam jiwa berasal dari Tuhan sendiri.
2. B – S Pengalaman keselamatan mencakup pertobatan, pengakuan, pengampunan, pembenaran, dan pengudusan.
3. Jelaskan apa itu pembenaran?
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 10:

1. …………………………………….
2. …………………………………….
3. …………………………………….

Bagaimana kita bertumbuh dalam Kristus dan menjadi dewasa sebagai orang-orang Kristen?

Bertumbuh adalah masalah kehidupan yang tak terpisahkan—baik yang bersifat jasmani maupun rohani.

Apakah ciri-ciri nyata dalam pertumbuhan rohani?

Kehidupan Kristiani itu bermula dari kematian. Apakah artinya kematian? Artinya kematian terhadap diri yang lama. Galatia 2:19,20 – Rom. 6:6-11 – Yoh. 12:24. Jadi kehidupan Kristiani tidak dimulai dengan kelahiran. Itu dimulai dengan kematian. Hingga diri mati, hingga diri disalibkan, tidak ada permulaan sama sekali. 2 Kor. 5:17. Perubahan dapat terjadi hanya oleh bekerjanya Roh Kudus. Rom. 6:3,4.

Baptisan dengan demikian secara lambang membukakan pintu kehidupan baru serta menawarkan agar kita bertumbuh di dalam Kristus. Jadi, panggilan kepada kehidupan Kristiani adalah suatu panggilan kepada salib itu. Itulah sebabnya bertumbuh dalam Yesus adalah menghidupkan kehidupan baru. Jadi, bertumbuh dalam Yesus berarti suatu pertumbuhan dalam kedewasaan sehingga hari demi hari kita memantulkan kehendak Kristus dan menjalani jalan Yesus.

Apakah tanda-tanda bertumbuh dalam Kristus?

1. Suatu kehidupan Roh. Yoh. 3:5 – Dengan tinggalnya Roh itu datanglah suatu kehidupan baru—baru di mana tinggalnya Roh itu menolak cara-cara lama dalam berpikir, bertindak, dan membina hubungan, yang bertentangan dengan kehendak Allah. Rom. 8:1-16; 2 Kor. 3:17,18. Apabila Roh Allah mengendalikan hati, itu akan mengubah kehidupan. Pemikiran-pikiran penuh dosa disingkirkan; perbuatan-perbuatan jahat ditinggalkan; kasih, kerendahan hati, dan kedamaian menggantikan kemarahan, iri hati, dan perselisihan. Sukacita menggantikan kesedihan, dan air muka memantulkan cahaya surga.

2. Suatu kehidupan kasih dan persatuan. Yoh. 17:21

3. Suatu kehidupan belajar. Dalam pertumbuhan harus belajar. 

Pada dasarnya ada dua sumber: hubungan erat dengan Allah yang senantiasa melalui belajar sabda-Nya dan melalui mengembangkan kehidupan doa. Mat. 4:4. Allah berbicara kepada kita melalui sabda-Nya.

Jika sabda Allah adalah roti yang memberi makan jiwa kita, maka doa adalah nafas yang menjaga jiwa kita tetap hidup.

4. Suatu kehidupan yang menghasilkan buah. Mat. 7:20 – Yak. 2:17 – Yoh. 15:4. Tidak adanya buah menunjukkan bahwa kita tidak tinggal di dalam Kristus.

5. Suatu kehidupan peperangan rohani. Sebagai murid Yesus bukanlah suatu perjalanan yang mudah. Kita sedang turut serta dalam suatu peperangan yang nyata dan berbahaya. Ef. 6:12,13; Why. 12:17; 1 Petr. 5:8.

6. Suatu kehidupan ibadah, bersaksi, dan pengharapan. Pertumbuhan Kristiani tidak terjadi dalam kehampaan. Kis. 2:42. Tanpa ibadah berjemaat, kita kehilangan jati diri serta tempat bagi kita untuk bersekutu, dan dalam persekutuan inilah dan dalam hubungan antar pribadi dengan orang lain inilah kita menjadi dewasa dan bertumbuh. Semakin kita bertumbuh dalam ibadah, penyelidikan, serta persekutuan, maka kita semakin terdorong untuk melayani dan bersaksi. Mat. 20:25-28; 28:19-20. Kita hidup, beribadah, bersekutu, dan bersaksi dalam waktu—bagi orang Kristen, waktu berarti menantikan masa depan. Fil. 3:12- 14; 1 Tes. 5:23. Bertumbuh dalam Kristus berarti suatu pertumbuhan dalam penantian, dalam pengharapan, akan penggenapan akhir dari pengalaman penebusan di dalam Kerajaan yang akan datang.

_____________________________________________________


Pertanyaan Pelajaran 11

Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda. 

1. B – S  Bertumbuh adalah masalah kehidupan yang tak terpisahkan—baik yang bersifat jasmani maupun rohani.

2. B – S  bertumbuh dalam Yesus berarti suatu pertumbuhan dalam kedewasaan sehingga hari demi hari kita memantulkan kehendak Kristus dan menjalani jalan Yesus.

3. Berikan kesimpulan tanda-tanda seseorang bertumbuh dalam Kristus? ______________________________________________________


Jawaban Pelajaran 11:

1. ……………………………….

2. ……………………………….

3. …………………………………….

Apakah gereja itu?

Makna Alkitabiah “GEREJA”
Di dalam Kitab Suci kata gereja adalah terjemahan dari bahasa Yunani ekklesia, yang berarti “dipanggil keluar.” Kata Ibrani gahal, yang berarti “berhimpun,” “perkumpulan,” atau “jemaat” Ulangan 9:10; 1 Kor. 11:18; 16:1.

Sifat GEREJA.
Alkitab menggambarkan gereja itu sebagai lembaga Ilahi, menyebutnya “jemaat Allah” (Kis. 20:28; 1 Kor. 1:2. Yesus mendirikan gereja dengan otoritas Ilahi (Mat. 18:17,18). Perjanjian Lama menggambarkan gereja sebagai suatu jemaat yang diorganisasi dari umat Allah (Kej. 12:1-3). Bangsa yang dibawa keluar dari Mesir disebut “gereja (atau “jemaat,”) di padang gurun” Kis. 7:38. Anggota-anggotanya dianggap “kerajaan imam dan bangsa yang kudus” (Kel. 19:6), “umat-Nya yang kudus” (Ul. 28:9; Im. 26:12) – gereja-Nya.

Apakah gambaran secara metafora gereja?

1. Gereja sebagai satu tubuh. Metafora tubuh menekankan kesatuan gereja dan hubungan fungsional setiap anggota secara keseluruhan. Ef. 2:16; 1 Kor. 12:13; Ef. 1:23; Ef. 5:30.
2. Gereja sebagai satu bait Suci. Gereja adalah “bangunan Allah,” “Bait Suci Tuhan” tempat berdiamnya Roh Kudus. Yesus Kristus adalah fondasinya dan menjadi “batu penjuru” (1 Kor. 3:9-13; Ef. 2:20). Bait Suci ini bukanlah sebuah bangunan (struktur) yang mati; melainkan menunjukkan pertumbuhan yang dinamis. Metafora Bait Suci menekankan kekudusan jemaat lokal maupun gereja secara luas (1 Petr. 2:4-6; 1 Kor. 3:12-15).
3. Gereja sebagai pengantin. Gereja digambarkan sebagai pengantin wanita sedangkan Tuhan dilambangkan sebagai pengantin pria (Hos. 2:18; Yer. 3:14).
4. Gereja sebagai “Yerusalem surgawi”. Maz. 9:12; Gal. 4:26; Filp. 3:20).
5. Gereja sebagai sebuah keluarga. Gereja di surga maupun di dunia dianggap sebagai sebuah keluarga (Ef. 3:15; Gal. 6:10).
6. Gereja sebagai tiang dan fondasi kebenaran (1 Tim. 3:15; Ams. 11:14). Gereja menjadi terang dunia (Mat. 5:13,15).
7. Gereja sebagai suatu pasukan—penuh semangat dan menang. Ef. 6:12,13. Iblis berang terhadap gereja Allah (Why. 12:12,17). Ada istilah gereja yang tampak dan yang tidak tampak. Gereja yang tampak adalah gereja Allah yang diorganisasi untuk melayani. Gereja yang tidak tampak adalah gereja yang universal, yang terdiri dari seluruh umat Tuhan sepanjang zaman di dunia ini. Melalui Roh Kudus, Allah memimpin umat-Nya dari gereja yang tidak tampak ke dalam persatuan dengan gereja-Nya yang tampak (Yoh. 10:16; Ef. 4:4-16). Konsep gereja yang tidak tampak juga dianggap termasuk gereja yang bersatu di surgadan di bumi (Ef. 1:22.23) dan gereja yang di persembunyian selama masa aniaya (Why. 12:6,14).

Keanggotaan dan organisasi gereja. Orang yang ingin menjadi anggota gereja-Nya harus menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan, bertobat dari dosa-dosanya dan kemudian dibaptiskan (Kis. 2:36-41). Kristus adalah kepala gereja. Kristus menjalankan kuasa-Nya melalui gereja-Nya dan para pelayannya yang telah ditugaskan khusus, namun Ia tidak pernah memindahkan kekuasaan-Nya. Tidak seorangpun yang mempunyai otoritas yang mandiri dan terpisah dari Kristus dan Firman-Nya.
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 12
Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Yesus mendirikan gereja dengan otoritas Ilahi.
2. B – S Gereja di surga maupun di dunia dianggap sebagai sebuah keluarga.
3. Berikan penjelasan gereja yang tidak tampak?
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 12:
1. ……………………………….
2. ……………………………….
3. …………………………………….

Pendahuluan

Apakah arti umat sisa dan misinya?
Gereja sedunia merupakan gabungan dari semua yang sungguh sungguh percaya pada Kristus, tetapi di hari-hari terakhir, yaitu saat kemurtadan besar, suatu umat sisa telah dipanggil keluar untuk menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki iman kepada Yesus (Why. 12:17; 19:10). Umat sisa ini mengumumkan datangnya saat penghakiman, mengabarkan keselamatan melalui Kristus, dan menyerukan dekatnya kedatangan Yesus yang kedua kali. Pekabaran ini dilambangkan oleh tiga malaikat (Why. 14).

Melalui nubuatan yang panjang (1.260 tahun atau 1.260 hari nubuatan (Why. 12:1-6,13,14), Iblis mulai menganiaya perempuan itu – jemaat. Pada penghujung pengalaman di padang gurun ini umat Allah muncul untuk menyambut tanda2 kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Yohanes memberikan ciri-ciri umat sisa tersebut (Why. 12:17). Karena aniaya ini, kemudian diikuti oleh kemurtadan para pemimpinnya sendiri. Di bawah kepemimpinan kepausan, gereja Kristen tenggelam ke dalam kemurtadan yang lebih dalam. Kompromi yang terjadi antara Kekristenan dan kekafiran inilah yang membuat “manusia dosa”—menjadi sebuah system agama palsu yang luar biasa besarnya, paduan kebenaran dan kepalsuan. Nubuatan dalam 2 Tes. 2 bukannya menghakimkan individu2, melainkan memaparkan system agama yang bertanggung jawab atas kemurtadan besar itu.

Pengajaran-pengajaran yang tidak berlandaskan Kitab Suci, yang didasarkan atas tradisi, aniaya yang tidak mengenal belas kasihan terhadap mereka yang berbeda pendapat, korupsi, dan kemerosotan
rohani dari banyak imam merupakan sebagian besar factor yang menyebabkan orang banyak berteriak meminta reformasi diadakan dalam gereja yang sudah ditetapkan. Kemudian muncullah para
reformator-reformator yang mencoba mengembalikan doktrin-doktrin ke Alkitab dan Alkitab saja, namun belum menemukan kembali seluruh terang yang hilang selama masa kemurtadan.

Umat yang sisa.
Allah menugasi umat yang sisa untuk mengumumkan kemuliaan Tuhan dan memimpin umat-Nya yang tercerai berai di seluruh dunia menuju hidup kekal (Why. 14:4). Why. 12:17 berisi sebuah gambaran tentang umat yang sisa dalam barisan orang percaya yang setia yang dipilih Allah—saksi-Nya yang setia pada zaman akhir menjelang kedatangan Kristus kedua kali.

Adapun ciri-ciri umat sisa tersebut, sbb:
1. Iman kepada Yesus. Umat Yesus yang sisa memiliki iman yang sama dengan yang dimiliki Yesus (Why. 14:6,7;10:11; Mat. 24;14).
2. Hukum Allah. Umat yang sisa itu, karena mengaku memiliki iman kepada Yesus, harus meneladani-Nya (1 Yoh. 2:6; Yoh. 15:10; Mat. 7:21; Kel. 20:1-17).3. Kesaksian Yesus. Yohanes memberikan defenisi “kesaksian Yesus” sebagai “roh nubuat” (Why. 19:10).

Allah memiliki anak-anak-Nya di dalam semua gereja-Nya; tetapi melalui jemaat yang sisa Ia mengumumkan suatu pekabaran yang hendak memulihkan peribadatan-Nya yang sejati dengan memanggil umat-Nya keluar dari kemurtadan dan menyiapkan mereka untuk menyambut kedatangan Kristus kembali.
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 13
Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Umat sisa ini mengumumkan datangnya saat penghakiman, mengabarkan keselamatan melalui Kristus, dan menyerukan dekatnya kedatangan Yesus yang kedua kali.
2. B – S Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dipilih Allah—saksi-Nya yang setia pada zaman akhir menjelang kedatangan Kristus kedua kali.
3. Sebutkan tiga ciri-ciri umat sisa.
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 13:
1. ……………………………….
2. ……………………………….
3. …………………………………….

Gereja adalah satu tubuh dengan banyak anggota, dipanggil dari setiap bangsa, suku, bahasa, dan orangorang. Di dalam Kristus kita adalah ciptaan baru.
Yoh. 17:21,23 – kesatuan kasih adalah alat kesaksian gereja yang paling kuat.

Kesatuan macam apakah yang ada dalam pikiran Yesus bagi gereja?

Kesatuan Roh.
Roh Kudus adalah kekuatan yang bergerak di balik kesatuan gereja (1 Kor. 12:13; ef. 4:3). Gereja yang bersatu memiliki satu pengharapan (Tit. 2:13; Mat. 24:14; Yoh. 3:3). Kesatuan Alkitabiah tidak berarti keseragaman. Jadi kesatuan orang Kristen tergantung pada pencangkokan setiap anggota kepada Kristus.

Kesatuan iman.
Keanekaragaman karunia tidak berarti keragaman keyakinan. Allah memanggil gereja-Nya untuk satu dalam keyakinan yang sesuai dengan Hukum-hukum-Nya.

Kesatuan sangat penting bagi gereja. Tanpa persatuan gereja akan gagal mencapai misi sucinya. Jika gereja ingin mengalami kesatuan, baik Keallahan dan umat percaya harus dilibatkan dalam mewujudkannya. Roh Kudus seabagai Pemersatu (Yoh. 17). Kesatuan gereja terjadi di salib (Yoh. 15:5).

Langkah-langkah menuju kesatuan:
1. Kesatuan di rumah. Tempat pelatihan yang ideal untuk kesatuan gereja adalah rumah.
2. Bertujuan untuk bersatu. Kita tidak akan pernah mencapai kesatuan kecuali kita bekerja dengan sungguh-sungguh untuk itu.
3. Bekerja sama menuju tujuan bersama. Gereja tidak akan mengalami persatuan sampai, bertindak sebagai satu unit dan terlibat dalam memproklamirkan Injil Yesus Kristus.
4. Mengembangkan perspektif global. Sebuah gereja tidak menunjukkan kesatuan yang sejati kecuali secara aktif membangun pekerjaan Tuhan di semua bagian bumi. Gereja harus melakukan apa saja untuk menghindari isolasionisme nasional, budaya, atau regional.
5. Hindari sikap memilah. Setiap keegoisan, keangkuhan, yakin pada diri sendiri, merasa diri cukup, merasa lebih unggul, prasangka, kritik, pengingkaran, dan mengadu domba di antara orang percaya berkontribusi pada perpecahan di dalam gereja (1 Yoh. 4:9-11).

Semuanya adalah anak-anak-Nya dan oleh karena itu sama penting bagi-Nya.
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 14
Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Gereja adalah satu tubuh dengan banyak anggota, dipanggil dari setiap bangsa, suku, bahasa, dan orang-orang.
2. B – S Allah memanggil gereja-Nya untuk satu dalam keyakinan yang sesuai dengan Hukumhukum-Nya.
3. Jelaskan pentingnya kesatuan gereja?
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 14 :
1. ……………………………….
2. ……………………………….
3. …………………………………….

Betapa pentingkah baptisan itu? Apakah Tuhan benar-benar mengharuskan baptisan itu? Apakah keselamatan itu bergantung pada sudahkah seseorang itu dibaptiskan?

Baptisan sangat penting!

Oleh baptisan kita mengakui iman kita pada kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, dan bersaksi tentang kematian kita terhadap dosa dan tujuan kita untuk berjalan dalam kehidupan yang baru.
Baptisan adalah lambang persekutuan kita dengan Kristus, pengampunan dosa-dosa kita, dan penerimaan kita akan Roh Kudus. (Mat. 28:19,20; Kis. 2:38; Rom. 6:1-6; Gal. 3:27; Kol. 2:12,13).

Teladan Yesus.
Mat. 3:14,15 – baptisan Yesus menjadikan pengesahan peraturan peraturan Ilahi. Baptisan merupakan satu aspek pembenaran dimana semua orang dapat turut serta.

Perintah Yesus.
Matius 28:19,20 – baptisan merupakan keharusan bagi orang yang ingin turut ambil bagian dalam JemaatNya, di dalam kerajaan rohani.

Baptisan dan Keselamatan.
Markus 16:16 –kita diselamatkan oleh baptisan, namun baptisan tidaklah otomatis menjamin orang selamat. 1 Kor. 10:11,12.

Ada berapa jenis baptisan?
Baptisan Alkitab hanya satu – Ef. 4:5 – baptisan diselamkan. Mark. 1:9,10; Kis. 8:38,39.

Apakah arti baptisan?
Baptisan adalah symbol kematian dan kebangkitan Kristus. Rom. 6:3-5 – lambang kematian terhadap dosa dan hidup untuk Allah. Mati terhadap dosa artinya bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Rom. 6:6-7. Hidup bagi Allah artinya kuasa kebangkitan Kristus terus bekerja dalam hidup kita. Itulah yang menyanggupkan kita berjalan dalam kehidupan yang baru. Baptisan adalah symbol sebuah hubungan perjanjian. Di Perjanjian Lama sunat merupakan sebuah hubungan perjanjian antara Allah dan Abraham (Kej. 17:1-7).

Perjanjian Baru mewajibkan iman yang batiniah, bukan yang bersifat lahiriah. Gal. 5:6; Rom. 2:28,29. Baptisan adalah lambang pengabdian kepada pekerjaan Kristus. Roh Kudus menyiapkan kita untuk melaksanakan pekerjaan pelayanan dengan memurnikan hati kita dari dosa. Roh Kudus akan melengkapi kita dengan pelbagai karunia-Nya. Baptisan adalah tanda masuk ke dalam jemaat. Kis. 2:41,47; 1 Kor. 12:13.

Apakah syarat baptisan?
1. Iman. Mark. 16:16; Kis. 8:12,36,37;18:8; Rom. 10:17.
2. Pertobatan. Kis.2:38. Buah-buah pertobatan. Mat. 3:8 – jika mereka menyiapkan diri untuk memperoleh baptisan, mereka harus menyerahkan semua perbuatan dan keyakinan mereka yang salah. Yoh. 15:1-8. Buah baptisan yang paling utama ialah hidup yang tinggal di dalam Kristus. Buah baptisan berikutnya ialah hidup yang tinggal di dalam jemaat Kristus. Dan buah baptisan yang terakhir ialah penghayatan kehidupan di dunia ini dan bagi dunia ini. Tujuan dan keinginan berpusat pada Kristus, tidak lagi kepada diri sendiri. Kol. 3:1,2. Kesetiaan terhadap janji baptisan berarti melibatkan diri dalam tugas membimbing orang lain masuk ke dalam kerajaan anugerah.

Pada usia berapakah seorang siap untuk menerima baptisan?
Seseorang dapat dibaptiskan jika mereka:
1. Sudah cukup usia mengerti makna baptisan.
2. Telah bertobat dan menyerahkan diri kepada Kristus.
3. Memahami prinsip-prinsip dasar kekristenan.
4. Memahami arti keanggotaan dalam jemaat.

Sekarang ini Tuhan sangat rindu menanti kita untuk masuk ke dalam kehidupan yang berlimpahan, yang telah disediakan-Nya dengan penuh kemurahan. Kis. 22:16.
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 15

Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Baptisan tidak terlalu penting yang penting adalah percaya Yesus Kristus.
2. B – S Baptisan adalah symbol kematian dan kebangkitan Kristus dan lambang kematian terhadap dosa dan hidup untuk Allah.
3. Sebutkan dua syarat baptisan.
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 15:
1. ……………………………….
2. ……………………………….
3. …………………………………….

Seberapa pentingkah perjamuan kudus? Apakah makna rohani perjamuan kudus?

Perjamuan Kudus merupakan keikutsertaan dalam lambang tubuh dan darah Yesus sebagai suatu ungkapan iman kepada-Nya, sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Yoh. 13 – latarbelakang perjamuan kudus.

Perjamuan kudus yang Alkitabiah adalah di dahului dengan pembasuhan kaki. Peraturan pembasuhan kaki dan perjamuan Tuhan membuat adanya Perjamuan Kudus. Kristus melembagakan kedua peraturan ini untuk membantu kita masuk ke dalam perjamuan dengan Dia.

Peraturan pembasuhan kaki.
Menurut kebiasaan di kalangan orang Yahudi, kalau perayaan Paskah diadakan, setiap keluarga menyingkirkan semua ragi, dosa, di rumah tangga mereka sebelum hari pertama dari Pekan Roti Tidak Beragi (Kel. 12:15,19,20). Oleh karena itu, orang-orang percaya haruslah mengaku segala dosanya dan bertobat—termasuk dalamnya dosa keangkuhan, perseteruan, kecemburuan, perasaan jengkel, sikap mementingkan diri sendiri—sebelum mereka dalam roh yang benar mengikuti perjamuan kudus dalam pengertian pada tingkat yang paling dalam. Setelah perayaan itu berakhir, Kristus membuat peraturan pembasuhan kaki. Yoh. 13:17 – peraturan ini, mendahului perjamuan Tuhan. 1 Kor. 11:27-29. Peraturan pembasuhan kaki mengingatkan sikap rendah hati Kristus dan kehinaan yang dialami-Nya ketika menjelma menjadi manusia, dalam pengalaman hidup-Nya dan pelayanan-Nya. Fil. 2:7. Pembasuhan kaki melambangkan pemurnian yang lebih tinggi—pembasuhan hati. Yoh. 13:10. Pembasuhan kaki melambangkan pelayanan yang efektif, sikap mengampuni. Mat. 6:14,15. Pembasuhan kaki adalah sebuah persekutuan dengan Kristus dan umat percaya. Lalu kita boleh ikut ambil bagian dalam perjamuan kudus.

Apakah makna perjamuan kudus?
Perjamuan Kudus menggantikan pesta Paskah dari era Perjanjian Lama. Paskah itu digenapi ketika Kristus Domba Paskah itu menyerahkan nyawa-Nya. Perjamuan kudus adalah mengingatkan kelepasan dari Mesir rohani, perhambaan dosa. Kel.12:3-8; Yoh. 6:54. Semua ikut makan roti dan minum anggur (Yoh. 6:53,54). Roti perjamuan kudus haruslah roti yang “tidak beragi” (1 Petr. 1:19) dan anggur, hanya buah anggur yang tidak beragi yang pantas melambangkan darah Yesus yang sempurna, yang dapat membasuh, yaitu darah sang Juruselamat. Perjamuan kudus melambangkan perjamuan dengan Yesus (1 Kor. 10:16,17). Perjamuan kudus adalah antisipasi atas kedatangan Yesus yang kedua kali (1 Kor. 11:26)

Apakah syarat untuk ikut perjamuan kudus?
Dua ketetapan besar dalam pelayanan iman Kristen—baptisan dan perjamuan Tuhan. Yang pertama merupakan pintu gerbang masuk ke dalam jemaat, sedangkan yang berikutnya berfaedah bagi orang yang menjadi anggotanya. Itulah sebabnya hanya anggota yang telah dibaptiskan boleh ikut perjamuankudus. 1 Kor. 11:27. Apakah tanda seseorang layak mengikuti upacara perjamuan, adalah keadaan hati—sebuah penyerahan penuh kepada Kristus dan beriman atas pengorbanan-Nya, bukannya menjadi anggota pada gereja tertentu.
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 16

Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Perjamuan Kudus merupakan keikutsertaan dalam lambang tubuh dan darah Yesus sebagai suatu ungkapan iman kepada-Nya, sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.
2. B – S Perjamuan kudus adalah antisipasi atas kedatangan Yesus yang kedua kali.
3. Apakah syarat untuk ikut perjamuan kudus?
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 16:

1. ……………………………….
2. ……………………………….
3. …………………………………….

Allah mencurahkan ke atas semua anggota jemaat-Nya dalam setiap zaman karunia-karunia rohani yang harus digunakan oleh setiap anggota dalam pelayanan kasih untuk kebaikan bersama jemaat dan umat manusia.

Menurut Alkitab, karunia-karunia ini mencakup pelayanan-pelayanan seperti iman, penyembuhan, bernubuat, menginjil, mengajar, administrasi, mendamaikan, belas kasihan, dan pelayanan pengorbanan dan kemurahan hati untuk menolong dan menguatkan orang lain. Sebagian anggota dipanggil oleh Allah dan dipakai oleh Roh untuk tugas-tugas yang diakui oleh gereja.

Apakah tujuan pemberian karunia itu?
Roh kudus memberikan kemampuan khusus kepada semua orang percaya, untuk menyanggupkan mereka membantu jemaat memenuhi tugas yang diberikan Ilahi. Karunia diberikan untuk keselarasan dalam jemaat dan untuk menguatkan iman atau membangun jemaat. 1 Kor. 1:4,7; 12:4-6.

Karena Roh membagi-bagikan karunia sesuai dengan pemandangan-Nya, maka tidak boleh ada pemberian yang diremehkan atau dihinakan. Tidak boleh ada anggota jemaat merasa sombong karena pengangkatan khusus atau karena jabatan dan tugas tertentu, begitu pula janganlah seorang pun merasa rendah karena diberi kedudukan yang sederhana.

Pola kerjanya, Paulus menggunakan tubuh manusia menjadi satu kesatuan (1 Kor. 12:18,22-24). Allah bermaksud pembagian karunia dalam jemaat untuk mencegah perpecahan dalam tubuh dan menghasilkan roh yang harmonis dan ketergantungan, supaya dengan demikian anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan (1 Kor. 12:25,26).

Baik gembala maupun anggota jemaat sama-sama bertanggungjawab menjalankan karunia-karunia yang diberikan, namun gembala bertanggungjawab untuk mendidik dan melatih anggota jemaat. Gembala yang tidak memiliki karunia untuk melatih, tidak termasuk ke dalam tugas pelayanan kependetaan, melainkan ke dalam bagian lain dari pekerjaan yang disediakan Allah. Suksesnya rencana Allah bagi jemaat bergantung kepada kerelaan dan kemampuan para pendetanya mendidik anggota jemaat untuk menggunakan karunia yang telah diberikan Tuhan kepada mereka.

Allah memberikan karunia rohani demi keuntungan semua tubuh, bukan hanya untuk perseorangan yang menerimanya. Karunia rohani bukanlah upah karena sebuah tugas sudah dilaksanakan dengan baik, melainkan adalah alat untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. Biasanya Roh memberikan karunia yang selaras dengan pemberian pemberian alamiah (talenta) perorangan, sekalipun pemberian alamiah itu sendiri bukanlah karunia-karunia rohani. Kita harus dilahirkan kembali agar dapat dilengkapi dengan karunia-karunia rohani.

Kalau gagal menggunakan karunia rohani.
Orang-orang percaya yang menolak menggunakan karunia-karunia rohani mereka bukan saja membuat pemberian itu merana tetapi juga membuat hidup kekal mereka terancam bahaya (Mat. 25:26-30).

Bagaimanakah cara menemukan karunia-karunia rohani?
Anggota-anggota yang mau sukses dalam misi jemaat haruslah memahami karunia-karunia yang diberikan kepada mereka. Pemberian itu berfungsi sebagai sebuah kompas, yang mengarahkan pemiliknya kepada pelayanan dan penikmatan hidup yang berlimpah limpah (Yoh. 10:10). Proses penemuan karunia-karunia rohani kita haruslah ditandai ciri-ciri seperti berikut:
1. Persiapan rohani. Artinya berdoa dengan sungguh-sungguh memohon agar mereka bertobat, dan baptisan Roh Kudus.
2. Mempelajari Alkitab. Sangat perlu kita yakin bahwa Allah telah memberikan kepada kita paling sedikit satu karunia yang patut digunakan untuk melayani-Nya.
3. Terbuka terhadap bimbingan Ilahi. Bukan kita yang menggunakan Roh Kudus, melainkan Dia yang menggunakan kita (Fil. 2:13).
4. Pengesahan dari Tubuh (Jemaat). Karena Tuhan memberikan karunia-karunia ini untuk membangun jemaat-Nya, maka kita dapat mengharapkan pengesahan akhir atas karunia yang kita peroleh, bangkit dari pertimbangan tubuh Kristus dan bukannya dari perasaan-perasaan kita sendiri. Sering lebih sukar mengenali karunia yang diberikan kepada kita daripada karunia-karunia yang diberikan kepada orang lain. Tidak ada yang lebih mengesankan dan memuaskan daripada pengetahuna bahwa kita menduduki kedudukan atau pelayanan maupun pengabdian yang telah ditahbiskan Tuhan kepada kita.

Merupakan satu berkat bagi kita untuk menggunakan dalam pelayanan-Nya karunia khusus yang Kristus telah berikan kepada kita melalui Roh Kudus. Marilah kita terima undangan-Nya!
______________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 17

Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Allah mencurahkan ke atas semua anggota jemaat-Nya dalam setiap zaman karuniakarunia rohani.
2. B – S Roh kudus memberikan kemampuan khusus kepada semua orang percaya, untuk menyanggupkan mereka membantu jemaat memenuhi tugas yang diberikan Ilahi.
3. Berikan beberapa karunia rohani anda.
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 17:

1. ………………………….
2. ……..
3. ………………………………

Salah satu karunia Roh Kudus ialah karunia bernubuat. Karunia ini menjadi suatu tanda pengenalan gereja yang sisa dan ditunjukkan dalam pelayanan Ellen G. White.

Latar belakang karunia nubuat Perjanjian Lama. 2 Taw 20 — intinya perlunya nabi atau jurubicara Allah.

Nabi arti bahasa Ibrani “prophetes”(English) atau “roeh” (Yes 30:10), atau “chozeh” (2 Sam 24:11) “pelihat”. Nabi dan pelihat erat hubungannya. 1Sam 9:9. Amos 3:7

Fungsi karunia nubuat adalah untuk pelayanan bagi jemaat dan mendorong umat percaya untuk menginginkan karunia rohani yang istimewa (1 Kor 14:1,39).

Fungsi nabi:
1. Membantu membangun jemaat (Ef 2:20-21).
2. Jangkauan keluar misi jemaat (Kis 13, 16).
3. Memajukan dan mempersatukan dan melindungi jemaat (Ef 4:12,14).
4. Mengamarkan dan menguatkan jemaat (Kis 15,20)

Karunia nubuat pada akhir zaman, menjelang kedatangan Yesus ke dua kali, dan dalam jemaat sisa.
1 Tes 5:19,20–1 Kor 14:1–Mat 24:11,24–Why 12

Fungsi karunia nubuat pada zaman akhir adalah menegur, menasehatkan, membimbing, dan memberikan semangat kepada jemaat maupun anggota, melindungi mereka dari kemurtadan serta menyatukan mereka dalam kebenaran Alkitab.

Ujian karunia nubuat:
1. Apakah pesan yang disampaikannya serasi dengan Alkitab? Yes 8:20.
2. Apakah ramalan yang diberikannya menjadi kenyataan? Yer 28:9.
3. Apakah penjelmaan Kristus diakui? 1 Yoh 4:2,3.
4. Apakah nabi itu mendatangkan buah yg baik? 2 Petr 1:21-Mat 7:18-20.

Karunia nubuat Ellen G. White—Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh

Ellen G. White telah teruji oleh ujian karunia nubuat.
Ellen G. White nama lengkapnya Ellen Gould Harmon, lahir di Gorham, Maine, USA, tgl 26/11/1827-16/7/1915 (usia 87) di Battle Creek, Michigan USA. Nama suami James Springer White. Memiliki 4 anak: Henry (meninggal usia 17 th) , Edson, Willie, dan John (meninggal usia 3 bln)

Ellen G. White menulis lebih dari 80 buku, 200 traktat, 4600 artikel. Tulisannya tidak mengganti Alkitab. Katanya “Terlalu sedikit perhatian yang diberikan kepada Alkitab, Tuhan telah memberikan sebuah terang kecil ut menuntun pria dan wanita menuju terang yang lebih besar”. 2 Taw 20:20
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 18

Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Salah satu karunia Roh Kudus ialah karunia bernubuat.
2. B – S Karunia nubuat adalah untuk pelayanan bagi jemaat dan mendorong umat percaya untuk menginginkan karunia rohani yang istimewa.
3. Berikan beberapa ujian karunia nubuat?
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 18:

1. ……………………………….
2. ……………………………….
3. …………………………………….

Berbicara Hukum Allah, itu berbicara tentang kasih Allah, bicara kehendak-Nya, dan bicara maksud-Nya.

Apakah yang kita pahami tentang keselamatan?

Keselamatan adalah karunia bukannya hasil perbuatan, tetapi buah-buahnya adalah penurutan Hukum. Penurutan ini menggambarkan tabiat Kristen serta menghasilkan kebaikan. Inilah sebuah bukti kasih kita kepada Tuhan dan rasa keprihatinan kita kepada sesama.
Kel. 20:1-17; Ul. 28:1-14; Maz. 19:7-14; Mat. 5:17-20; 22:36-40; Yoh. 14:15; Why. 12:17

Latar belakang – Kel.19:18-19; Ul. 33:2,3 – Begitu dahsyat!

Jadi sifat hukum adalah sebagai cerminan tabiat Allah, sepuluh hukum adalah moral, spiritual, dan komprehensif, mengandung prinsip-prinsip yang universal. Maz. 19:8,9; Rom. 7:12; Maz. 119:151,152, 172.

Hukum itu mengandung prinsip-prinsip, tidak hanya mencakup larangan, namun juga pada hal-hal yang seharusnya kita lakukan. Jadi hukum jangan dilihat dari sisi larangan, tetapi dari sisi rahmat. Larangannya adalah jaminan pasti kebahagiaan dalam penurutan. Sementara diterima dalam Kristus, akan bekerja di dalam kita kemurnian karakter yang akan membawa sukacita bagi kita melalui masa kekekalan.

Hukum itu sederhana. Perintah-prinsip-Nya singkat sehingga semua kalangan dapat dijangkau, berlaku untuk setiap saat. Pengk. 12:13.

Uraian penting:
– Perintah pertama mengarahkan penyembahan eksklusif untuk satu Allah yang benar.
– Perintah kedua melarang penyembahan berhala.
– Perintah ketiga melarang ketidaksopanan dan sumpah palsu yang melibatkan penyebutan nama Ilahi.
– Perintah keempat panggilan untuk peribadatan hari Sabat dan mengidentifikasikan Allah yang benar sebagai Pencipta langit dan bumi.
– Perintah kelima mengharuskan anak-anak untuk tunduk kepada orang tua mereka sebagai agen yang ditunjuk Allah untuk meneruskan kehendak-Nya yang dinyatakan kepada generasi-generasi berikutnya (Ul. 4:6-9).
– Perintah keenam melindungi kehidupan agar suci.
– Perintah ketujuh memelihara kemurnian dan menjaga hubungan perkawinan.
– Perintah kedelapan melindungi harta milik.
– Perintah kesembilan menjaga kebenaran dan melarang saksi dusta.
– Perintah kesepuluh mengarah ke akar semua hubungan manusia dengan melarang keinginan akan apa yang menjadi milik orang lain.

Hukum yang unik.
Awalnya hukum itu diberikan Allah dengan ucapan atau suara kepada seluruh bangsa (Ul. 5:22), tapi karena tidak mempercayai hukum ini kepada pikiran manusia yang pelupa, Allah kemudian mengukir perintah-perintah dengan jari-Nya di atas dua loh batu (Kel. 31:18; Ul. 10:2). Untuk membantu Israel menerapkan perintah-perintah, Allah memberi mereka hukum tambahan yang merinci hubungan mereka dengan-Nya dan satu sama lain. Hukum-hukum tambahan ini berfokus pada urusan sipil Israel (hukum sipil), yang lain mengatur upacara pelayanan kudus (hukum upacara). Hukum tambahan inilah yang disebut “Kitab Hukum Musa”. Yos. 8:31; Neh. 8:1; 2 Taw. 25:4.

Tujuan Hukum
Tuhan memberikan hukum-Nya untuk memberi orang-orang berkat berlimpah dan memimpin mereka ke dalam hubungan menyelamatkan dengan diri-Nya.

Matius 19:17 – kalau mau masuk sorga harus menurut hukum-Nya
Hukum itu berfungsi sebagai standar penghakiman – Pengk. 12:13,14
Hukum itu menunjuk kepada dosa dan agen dalam pertobatan dan memberikan kebebasan yang sejati – Yak. 1:23-25; Rom. 3:20; 1 Yoh. 3:4; Rom. 7:7.

Karena hukum moral sepuluh perintah merupakan cerminan karakter Allah, prinsip-prinsipnya tidak temporal atau situasional tetapi absolut, tidak dapat diubah, dan validasi permanen bagi umat manusia. Kristus sangat menghormati sepuluh hukum. Yoh. 8:58; Kel. 3:14. Jadi Kristus datang bukan hanya untuk menebus umat manusia tetapi untuk membela otoritas dan kekudusan hukum Allah.

Mengundang kita untuk menurut, Allah menjanjikan berkat yang melimpah.
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 19

Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Keselamatan adalah karunia bukannya hasil perbuatan, tetapi buah-buahnya adalah penurutan Hukum.
2. B – S Tuhan memberikan hukum-Nya untuk memberi orang-orang berkat berlimpah dan memimpin mereka ke dalam hubungan menyelamatkan dengan diri-Nya.
3. Berikan penjelasan fungsi hukum Allah?
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 19:

1. ……………………………….
2. ……………………………….
3. …………………………………….

Allah yang penuh kemurahan, setelah enam hari Penciptaan, berhenti pada hari ketujuh dan melembagakan hari Sabat bagi umat sebagai satu peringatan Penciptaan. Sabat sebagai hari istirahat, beribadah, dan melayani sesuai ajaran Yesus Kristus. Sabat lambang penebusan.

Kej. 2:1-3; Kel. 20:8-11; Im. 23:23; Yes. 58:13,14; Yeh. 20:12,20; Luk. 4:16; Ibr. 4:1-11

Sabat di seluruh Alkitab
Sabat adalah pusat dari penyembahan kita kepada Tuhan. Sabat muncul kepada kita sejak dunia tanpa dosa. Ini adalah karunia istimewa dari Tuhan. Tuhan menetapkan Sabat melalui tiga tindakan berbeda: Tuhan beristirahat pada hari Sabat, Tuhan memberkati hari Sabat, dan Allah menguduskan hari Sabat.

Perintah Sabat berfungsi sebagai meterai hukum Allah. Secara umum, meterai mengandung tiga unsur: nama pemilik meterai, gelarnya, dan yurisdiksinya. Meterai resmi digunakan untuk memvalidasi dokumen dokumen yang bertujuan penting. Dokumen itu membawa otoritas pejabat yang meterainya diletakkan di atas dokumen. Meterai itu menyiratkan bahwa pejabat itu sendiri menyetujui perundangundangan dan bahwa senua kuasa jabatannya berdiri di belakangnya. Sabat mengandung unsur-unsur vital dari materai.

Sabat memiliki arti luas dan dipenuhi dengan makna rohani yang kaya dan mendalam.
1. Peringatan abadi tentang penciptaan. Kel. 20:11,12
2. Symbol penebusan. Ul. 5:15 – ketika kita memandang salib, perhentian Sabat berdiri sebagai symbol penebusan khusus.
3. Tanda pengudusan. Kel. 31:13; Yeh. 20:20.
4. Tanda kesetiaan. Why. 14:12,9.
5. Saat persekutuan. Pada hari Sabat kita dapat secara khusus mengalami kehadiran Tuhan diantara kita. Sabat membawa harapan, sukacita, makna, dan keberanian.
6. Tanda kebenaran oleh iman. Rom. 2:14-16.
7. Symbol dari perhentian dalam Kristus. Ibr. 4:10.

Sabat memainkan peranan penting dalam penyembahan kepada Allah, tidaklah heran iblis telah menghancurkannya. Tidak ada bukti Alkitabiah bahwa Kristus atau murid-murid-Nya mengubah Sabat, lalu bagaimana perubahan itu terjadi?

Perubahan dari ibadah Sabat ke hari Minggu datang secara bertahap. Tidak ada bukti penyembahan hari Minggu sebelum abad ke dua, tetapi pada abad pertengahan beberapa orang Kristen secara sukarela beribadah hari Minggu.

Latar belakang—sebagian besar dimulai dengan gereja Roma (Rom. 11:13).

Di Roma, ibu kota kekaisaran, sentiment anti-Yahudi sangat kuat, orang-orang Kristen di kota itu berusaha membedakan diri mereka sehingga bergerak menuju peribadatan eksklusif pada hari Minggu. Alasan utamanya adalah karena hari Minggu hari kebangkitan Yesus.

Pada abad ke empat – Kaisar Konstantin menetapkan hukum hari Minggu pertama pada tanggal 7 Maret 321 TM. Pada tahun 364 TM Konsili Laodikia mengeluarkan undang-undang hari Minggu gereja yang pertama. Pada tahun 538 permulaan tahun nubuatan 1.260 tahun, konsili ketiga Roma Katolik di Orleans mengeluarkan undang-undang yang lebih berat. Alkitab mengungkapkan bahwa peribadatan hari Minggu sebagai lembaga Kristen berasal dari “rahasia kedurhakaan” (2 Tes. 2:7), yang sudah mulai bekerja pada zaman Paulus. Melalui nubuat Daniel 7 Allah mengungkapkan pengetahuan-Nya tentang perubahan hari penyembahan (Why. 13:1-10), memberitakan tentang kemurtadan besar dalam gereja Kristen (Dan. 7:25). Bukti-bukti perubahan ini diakui oleh gereja, yang terdapat di buku The Convert’s Catechism of Catholic Dosctrine edisi 1977, juga di buku the Faith of Millions (1974).

Tuhan memanggil umat-Nya untuk menjadikan hari Sabat sebagai hari yang menyenangkan (Yes. 58:13). Kristus secara teratur beribadah pada hari Sabat (Luk. 4:16).
_____________________________________________________

Pertanyaan Pelajaran 20

Jawablah benar atau salah dan isi pertanyaan dibawah ini, dan berikan jawaban anda kepada pendeta atau yang membimbing anda.
1. B – S Sabat adalah pusat dari penyembahan kita kepada Tuhan.
2. B – S Perintah Sabat berfungsi sebagai meterai hukum Allah.
3. Sebutkan beberapa makna rohani Sabat.
______________________________________________________

Jawaban Pelajaran 20:

1. ……………………………….
2. ……………………………….
3. …………………………………….

Kita adalah penatalayan Allah, yang la percayakan dengan waktu dan kesempatan, kesanggupan dan harta milik, dan berkat-berkat dunia dan segala kekayaannya. Kita bertanggung jawab kepada-Nya untuk penggunaan yang tepat akan berkat-berkat itu. Kita mengakui kepemilikan Allah oleh pelayanan yang setia kepada-Nya dan kepada sesama kita manusia, dan oleh mengembalikan persepuluhan dan memberikan persembahan untuk pengabaran lnjil-Nya dan menjadi sokongan dan pertumbuhan gereja-Nya. Penatalayanan adalah suatu kesempatan istimewa yang diberikan oleh Allah bagi kita untuk memelihara kasih dan kemenangan atas cinta diri dan ketamakan. Penatalayan bersukacita dalam berkat-berkat yang datang kepada orang-orang lain sebagai hasil dari kesetiaannya. (Kej. 1:26-28; 2:15; 1 Taw. 29:14; Hag. 1:3-11; Mal. 3:8-12; 1 Kor. 9:9-14; Mat. 23:23; 2 Kor. 8:1-15; Rm. 15:26, 27)

Kita dipanggil untuk menjadi suatu umat saleh yang berpikir, merasa, dan bertindak, serasi dengan prinsip-prinsip surga. Agar Roh menciptakan kembali di dalam diri kita karakter Tuhan kita, maka kita melibatkan diri kita hanya pada hal-hal yang akan menghasilkan kemurnian yang serupa dengan Kristus, kesehatan, dan sukacita di dalam hidup kita. Ini berarti bahwa hiburan dan kesenangan kita harus sesuai dengan standar tertinggi dari selera dan keindahan Kristen. Sementara kita mengakui adanya perbedaan-perbedaan budaya, pakaian kita haruslah sederhana, sopan, dan rapi, merias orang yang memiliki kecantikan sejati tidaklah dengan menggunakan perhiasan-perhiasan lahiriah tetapi perhiasan yang tidak dapat binasa yaitu suatu roh lemah lembut dan tenang. Itu juga berarti bahwa karena tubuh kita adalah bait Roh Kudus, maka kita harus merawatnya dengan hati-hati. Selain dengan olahraga dan istirahat yang cukup, kita harus memakan makanan yang paling menyehatkan yang bisa diperoleh dan tidak memakan makanan yang haram yang dijelaskan dalam Alkitab. Karena minuman keras beralkohol, tembakau, dan penggunaan obat bius dan narkotik yang tidak bertanggung jawab merusak tubuh kita, maka kita harus juga berpantang dari semuanya itu. Malahan, kita harus menggunakan segala sesuatu yang membawa pikiran dan tubuh kita ke dalam disiplin Kristus, yang menginginkan kita sehat, gembira, dan baik. (Rm. 12:1, 2; 1 Yoh. 2:6; Ef. 5:1-21; Flp. 4:8; 2 Kor. 10:5; 6:14; 7:1; 1 Ptr. 3:1-4; 1 Kor. 6:19, 20; 10:31; Im. 11:1-47; 3 Yoh. 2).

Pernikahan didirikan oleh Tuhan di Eden dan diteguhkan oleh Yesus sebagai ikatan seumur hidup antara seorang pria dan seorang wanita dalam kebersamaan kasih. Bagi seorang Kristen suatu janji pernikahan diucapkan kepada Allah dan juga kepada pasangannya, dan hanya dapat dilakukan oleh pasangan yang seiman. Saling mencintai, menghormati, menghargai, dan bertanggung jawab merupakan unsur dari hubungan khusus ini, yang memantulkan kasih, kesucian, keintiman, dan kelanggengan hubungan antara Kristus dan gereja-Nya. Mengenai perceraian, Yesus mengajarkan bahwa orang yang menceraikan pasangannya, kecuali karena zina, dan menikah dengan orang lain, berarti melakukan perzinaan. Walaupun beberapa hubungan keluarga mungkin tidak seperti yang diharapkan, pasangan nikah yang benar-benar saling menyerahkan diri satu sama lain dalam Kristus bisa saja mencapai suatu kesatuan yang mengasihi melalui tuntunan Roh dan bimbingan gereja. Allah memberkati keluarga dan bermaksud bahwa anggota-anggotanya harus saling mendampingi satu sama lain menuju kedewasaan penuh. Orangtua harus mengajar anak-anak mereka untuk mengasihi dan menuruti Tuhan. Oleh teladan dan kata-kata, mereka harus mengajar anak-anak mereka bahwa Kristus itu pengasih yang berdisiplin, selalu lembut dan mempedulikan, yang ingin agar mereka menjadi anggota-anggota tubuh-Nya, yaitu keluarga Allah. Menjadikan keluarga lebih intim merupakan satu dari ciri-ciri Injil yang terakhir. (Kej. 2:18-25; Mat. 19:3-9; Yoh. 2:1-11; 2 Kor. 6:14; Ef. 5:21-33; Mat. 5:31,32; Markus 10:11, 12; Luk. 16:18; 1 Kor. 7:10, 11; Kel. 20:12; Ef. 6:1-4; Ul. 6:5-9; Ams. 22:6; Mal. 4:5, 6).

Ada sebuah bait suci di surga, tempat ibadah sejati yang didirikan oleh Allah bukan oleh manusia. Di dalamnya Knstus melayani untuk kepentingan kita, agar orang-orang percaya mendapatkan faedah dan korban penebusan-Nya yang dipersembahkan sekali untuk semua di salib. la dilantik sebagai Imam Besar kita yang agung dan memulaikan pelayanan pengantaraan-Nya pada saat la naik ke surga. Pada tahun 1844, pada akhir periode nubuatan 2300 hari, la memasuki fase kedua dan terakhir dari pelayanan penebusan-Nya. Itu adalah pekerjaan penyelidikan penghakiman yang merupakan bagian dari keputusan akhir bagi semua dosa, ditandai dengan penyucian bait suci orang Ibrani dahulu kala pada hari Grafirat. Dalam pelayanan khusus tersebut bait suci disucikan dengan darah hewan korban, tetapi bait suci surgawi itu disucikan oleh darah korban yang sempurna yaitu Yesus. Penyelidikan penghakiman menyatakan kepada makhluk-makhluk surgawi siapa di antara orang-orang mati yang telah mati di dalam Kristus dan oleh sebab itu, di dalam Dia, mereka dianggap layak untuk mengambil bagian dalam kebangkitan pertama. Itu juga menunjukkan dengan jelas siapa di antara orang-orang hidup yang tinggal di dalam Kristus, memelihara hukum-hukum Allah dan iman akan Yesus, dan oleh sebab itu, di dalam Dia, mereka siap untuk diubahkan dan masuk ke dalam kerajaan-Nya yang kekal. Penghakiman ini membuktikan benarnya keadilan Allah dalam menyelamatkan orang-orang yang percaya kepada Yesus. Itu menyatakan bahwa orang-orang yang tetap setia kepada Allah akan menerima kerajaan itu. Penyelesaian pelayanan Kristus ini akan menandai berakhirnya masa percobaan bagi manusia sebelum Kedatangan-Nya kedua kali. (Ibr. 8:1-5; 4:14-16; 9:11-28; 10:19-22; 1:3; 2:16, 17; Dan.7:9-27; 8:13, 14; 9:24-27; Bil. 14:34; Yeh. 4:6; Im. 16; Why. 14:6, 7; 20:12; 14:12; 22:12).

Kedatangan Kristus kedua kali merupakan pengharapan yang berbahagia dari gereja, puncak terbesar dari lnjil. Kedatangan Juruselamat itu literal, personal, dapat dilihat, dan meliputi seluruh dunia. Ketika la datang kembali, orang-orang benar yang telah mati akan dibangkitkan dan bersama-sama dengan orang-orang benar yang masih hidup diangkat ke surga, tetapi orang-orang jahat akan mati. Penggenapan yang hampir sempurna dari garis nubuatan, bersamaan dengan keadaan dunia sekarang ini, mengindikasikan bahwa kedatangan Kristus itu sudah dekat. Saat peristiwa itu tidak dinyatakan, dan oleh sebab itu kita didesak untuk bersedia setiap saat. (Tit. 2:13; Ibr. 9:28; Yoh. 14:1-3; Kis. 1:9-11; Mat. 24:14; Why. 1:7; Mat. 24:43, 44; 1 Tes. 4:13-18; 1 Kor. 15:51-54; 2 Tes. 1:7-10; 2:8; Why. 14:14-20; 19:11-21; Mat. 24; Mrk. 13; Luk. 21; 2 Tim. 3:1-5; 1 Tes. 5:1-6).

Upah dosa ialah maut. Tetapi Allah, yang tidak dapat mati, akan memberikan kehidupan kekal kepada orang-orang yang ditebus-Nya. Hingga hari itu kematian adalah keadaan tidak sadar bagi semua orang. Bilamana Kristus, yang adalah kehidupan kita, nampak, orang-orang benar yang telah dibangkitkan dan orang-orang benar yang hidup akan dimuliakan dan bersedia untuk bertemu dengan Tuhan mereka. Kebangkitan kedua, yaitu kebangkitan orang-orang jahat, akan tejadi seribu tahun kemudian. (Rm. 6:23; 1 Tim. 6:15, 16; Pkh. 9:5, 6; Mzm. 146:3, 4; Yoh. 11:11-14; Kol. 3:4; 1 Kor. 15:51-54; 1 Tes. 4:13-17; Yoh. 5:28, 29; Why. 20:1-10).

Milenium adalah pemerintahan Kristus selama seribu tahun bersama umat kudus-Nya di surga, antara kebangkitan pertama dan kebangkitan kedua. Selama masa tersebut orang-orang jahat yang mati akan dihakimi; dunia ini akan menjadi sunyi sepi, tanpa penghuni manusia yang hidup, tetapi dihuni oleh Setan dan para malaikatnya. Pada penutupan masa seribu tahun itu Kristus bersama umat kesucian-Nya dan kota suci akan turun dari surga ke bumi. Kemudian orang-orang jahat yang mati akan dibangkitkan, dan bersama Setan dan para malaikatnya akan mengepung kota itu; tetapi api dari Allah akan menghanguskan mereka dan membersihkan dunia. Maka alam semesta akan bebas dari dosa dan orang-orang berdosa selama-lamanya. (Why. 20; 1 Kor. 6:2, 3; Yer. 4:23-26; Why. 21:1-5; Mal. 4:1; Yeh. 28:18, 19).

Di dunia baru, di mana orang-orang benar akan tinggal, Allah akan menyediakan rumah yang kekal bagi umat tebusan dan suasana sempurna untuk kehidupan kekal, kasih, sukacita, dan belajar di hadirat-Nya. Karena di sini Allah sendiri akan tinggal bersama umat-Nya, dan tidak akan ada lagi penderitaan serta kematian. Pertentangan besar akan berakhir, dan tidak akan ada dosa lagi. Segala sesuatu, baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa, akan menyatakan bahwa Allah adalah kasih; dan la akan memerintah selama-lamanya. Amin. (2 Ptr. 3:13; Yes. 35; 65:17-25; Mat. 5:5; Why. 21:1-7; 22:1-5; 11:15).

Konsultasi 28 Doktrin GMAHK

HUBUNGI KAMI untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang 28 Doktrin GMAHK