Sekolah Sabat berakar pada kekudusan hari Sabat sebagai waktu perhentian, persekutuan, berdoa, dan mempelajari Firman Tuhan. Keluaran 20:8-11 adalah perintah mengingat Sabat, menguduskan hari ketujuh sebagai “perkumpulan kudus” (Imamat 23:3), serta teladan Yesus yang berbuat baik dan beribadah pada hari Sabat (Matius 12:1,12).
Sekolah Sabat adalah jantung gereja. Ini adalah pemersatu yang menyatukan umat Advent Hari Ketujuh dari seluruh dunia. Kekuatan Sekolah Sabat terletak pada kenyataan bahwa ia mengikuti model ilahi untuk pemuridan sejati—belajar Alkitab dan doa, persekutuan, dan misi.
SEJARAH SEKOLAH SABAT
1852- Pelajaran Sekolah Sabat Yang Pertama
James White menulis pelajaran Sekolah Sabat yang pertama yang diperuntukkan kepada anak-anak dan diterbitkan pada buku Youth Instructor (instruktur pemuda).
Tahun 1877 – Asosiasi Sekolah Sabat Pertama
Asosiasi Sekolah Sabat pertama dibentuk di negara bagian California, segera diikuti oleh Michigan dan negara bagian lainnya.
Tahun 1888 – Penerbitan Buku Sekolah Sabat yang pertama
Gereja menerbitkan buku baru bernama “Kelas Senior,” yang kemudian menjadi Panduan Belajar Alkitab untuk Dewasa.
Tahun 1901 – Departmen Sekolah Sabat
Asosiasi Sekolah Sabat International berubah menjadi Departemen Sekolah Sabat General Conference.
Tahun 1995 – Reorganisasi Departemen
Sekolah Sabat dipadukan dengan Pelayanan Perorangan yang mengintegrasikan dengan Pelayanan Masyarakat (Pelmas).
Hingga Sekarang – Dampak Secara Global
Buku Panuntun Pendalaman Alkitab Sekolah Sabat untuk Dewasa telah diterjemahkan ke dalam 138 bahasa di seluruh dunia, menjadikannya salah satu publikasi yang paling banyak didistribusikan di dunia.
Sejarah Sekolah Sabat adalah kisah orang-orang dari berbagai generasi dan budaya yang menghargai upaya mereka dalam menyatukan orang-orang di sekitar Belajar Alkitab dan misi. Selama lebih dari 170 tahun, kelas Sekolah Sabat telah menghubungkan orang-orang secara lokal dan global yang memiliki keinginan bersama untuk mempelajari Alkitab secara mendalam.
Tujuan Sekolah Sabat
Awalnya, tujuan Sekolah Sabat adalah untuk menyediakan rencana sistematis untuk mempelajari Alkitab, terutama untuk pelatihan kaum muda. Pada akhir abad ke-19, Sekolah Sabat jelas memiliki tujuan yang lebih besar. Sejak tahun 1883, Ellen White menulis, “Sekolah Sabat adalah cabang penting dari pekerjaan misionaris.” Dua tahun kemudian ia menulis, “Sekolah Sabat harus menjadi salah satu instrumen terbesar, dan yang paling efektif, dalam membawa jiwa-jiwa kepada Kristus.” Ia juga menulis, “Tujuan pekerjaan Sekolah Sabat adalah pengumpulan jiwa-jiwa.” Ellen White sangat menganjurkan agar Sekolah Sabat memiliki tujuan yang lebih komprehensif.
Pada tahun 1974, gereja meneliti kembali tujuan Sekolah Sabat dan menyimpulkan bahwa Sekolah Sabat didasari oleh empat penekanan utama: penekanan iman, penekanan persekutuan, penekanan komunitas (fellowship), dan penekanan misi sedunia.
Pelayanan Perorangan
Pelayanan Perorangan bertujuan untuk melibatkan setiap anggota dalam menjadi saksi kasih bagi Yesus. Sama seperti metode Kristus dalam menjadikan murid didasarkan pada kerja pribadi, pekerjaan utama gereja saat ini masih berupa upaya pemuridan individu dari anggota gereja yang berdedikasi untuk memenangkan jiwa bagi Kristus.
“Tuhan menghendaki agar firman kasih karunia-Nya disampaikan kepada setiap jiwa. Sebagian besar hal ini harus dicapai melalui usaha pribadi. Inilah cara Kristus.” Christian Service, p. 117.
SEJARAH PELAYANAN PERORANGAN
Sejarah pelayanan perorangan di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dapat ditelusuri kembali ke sebuah kelompok perempuan yang bertemu di rumah Mary dan Stephen Haskell pada akhir tahun 1860-an. Dengan kepedulian terhadap anak-anak mereka, tetangga yang bukan Advent, dan mereka yang harapan Adventnya telah memudar, kelompok tersebut menulis surat, melakukan kunjungan rohani, dan membagikan selebaran serta buku.
Pada tahun 1995, Departemen Pelayanan Gereja dibubarkan. Pada saat itulah Sekolah Sabat dan Pelayanan Perorangan digabungkan menjadi satu departemen, sebuah pola organisasi yang sekarang berfungsi di sebagian besar tingkat konferensi/misi, uni, divisi, dan Konferens.
Pelayanan Perorangan menawarkan strategi, sumber daya, dan pelatihan untuk melibatkan setiap anggota dalam misi menjadikan murid.
Karena Sekolah Sabat adalah jantung gereja, marilah kita buat Sekolah Sabat hidup dan bersemangat, kita datang ke gereja menikmati berkat Tuhan, berkat Sabat, berkat persekutuan (fellowship), berkat belajar Alkitab/ berdoa, dan berkat melihat jiwa-jiwa dimenangkan bagi Kristus (misi).
Oleh: Pdt. R. Situmeang
Direktur Sekolah Sabat/Pelayanan Perorangan Konferens Jawa Kawasan Timur (Jawa Timur, Bali, NTB)
Jl. Tanjung Anom no. 7, RT 03 / RW 01
Kec. Genteng, Kel. Genteng,
Surabaya, 60275
Jawa Timur, Indonesia