Mengapa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sangat Menaruh Perhatian Kepada Pelayanan Kesehatan?

1 Korintus 6:19-20 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” ayat ini jelas menyatakan bahwa tubuh orang percaya adalah bait Allah yang paling kudus, karena Roh Kudus berdiam di dalamnya. Oleh sebab itu, tubuh tidak lagi menjadi milik pribadi, melainkan milik Kristus yang telah menebusnya dengan harga yang mahal.

Konsekuensinya, setiap aspek kehidupan jasmani, termasuk moral, kesehatan, disiplin diri, dan gaya hidup, menjadi tindakan ibadah yang bertujuan untuk memuliakan Allah. Ayat ini meletakkan dasar kuat bagi kekudusan hidup yang seutuhnya, di mana iman, tubuh, dan misi Allah tidak dapat dipisahkan. Grounded in the Bible and Focus on the Mission.

Gereja Advent, Ellen White dan Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan dan penyembuhan merupakan salah satu keyakinan yang sangat penting di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Sejak tahun 1863, Ellen White, salah satu pendiri Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, telah menasehati jemaat yang masih bertumbuh tentang pentingnya hidup sehat. Ciri utama dari pesan awalnya adalah hubungan yang erat antara kesejahteraan jasmani dan kesehatan rohani, atau kekudusan. Pada tahun 1866, Gereja Advent mula-mula mendirikan Western Health Reform Institute di Battle Creek, Michigan. Dr. John Harvey Kellogg, seorang pelopor Gereja Advent, bersama saudaranya William, berperan dalam pengembangan makanan yang kini dikenal sebagai corn flakes serta memproduksi selai kacang (peanut butter).

Sepanjang hidupnya, Ellen White menjadi saluran informasi yang membentuk prinsip dan penekanan gereja terhadap kesehatan. Jauh sebelum bukti medis muncul tentang bahaya merokok, Ellen White telah dengan tegas menentangnya, serta berbagai isu lain seperti penggunaan alkohol dan obat-obatan, termasuk obat berbahan arsenik dan merkuri. Minum teh dan kopi serta penggunaan zat perangsang sangat tidak dianjurkan, dan pada akhirnya penggunaan daging juga harus ditinggalkan. Ia menganjurkan pola makan vegetarian lakto-ovo sebagai pola makan yang paling ideal. Selain itu, penggunaan air bersih dan segar untuk diminum dan kebersihan, udara bersih, olahraga yang cukup, istirahat yang memadai, iman teguh, paparan sinar matahari yang tepat, integritas, serta dukungan sosial sangat dianjurkan. Prinsip-prinsip ini hingga kini menjadi dasar pendidikan dan praktik kesehatan Advent. Ajaran dan inisiatif kesehatan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berlandaskan pada Alkitab, tulisan tulisan Ellen White, dan prinsip kesehatan ilmiah berbasis bukti.

Kiprah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Dalam Kanca Kesehatan Global

Diantara tahun 1950-1960 Gereja Advent Hari Ketujuh memimpin dunia dalam upaya berhenti merokok melalui pengembangan program terkenal Five Day Plan to Stop Smoking. Program ini kemudian direvisi dua kali dan kini dikenal sebagai Breathe Free 2, yang diterapkan di berbagai negara melalui internet dan pertemuan kelompok. Gereja Advent memiliki sejarah panjang dalam mempromosikan pengendalian diri dan pantang alkohol, yang terus dilaksanakan melalui International Health and Temperance Association serta International Commission for the Prevention of Alcoholism and Drug Dependency (ICPA).

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh juga memiliki rekam jejak kolaborasi dengan World Health Organization (WHO) dan Pan American Health Organization (PAHO). Saat ini, gereja terlibat dalam proyek kolaboratif untuk mengurangi

angka kematian ibu di empat negara Afrika: Lesotho, Kamerun, Malawi, dan Botswana, bekerja sama dengan Adventist Health Ministries, Loma Linda University, dan WHO. Gereja juga menjalin kerja sama aktif dengan PAHO di negara-negara paling membutuhkan di Amerika Selatan, khususnya dalam bidang kesehatan mental. Selain itu, Gereja Advent telah menyelenggarakan dua Konferensi Global tentang Gaya Hidup dan Kesehatan di Jenewa, dengan keterlibatan aktif WHO dan PAHO.

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Laporan Majalah Time, National Geographic dan US News World Report

Majalah Time edisi Oktober 1966 melaporkan hasil positif dari Adventist Health Study pertama dan menyebutnya sebagai “Adventist Advantage.” Studi ini menunjukkan penurunan signifikan pada sebagian besar jenis kanker dan sirosis hati. Penelitian lanjutan menunjukkan peningkatan usia harapan hidup yang signifikan bagi mereka yang menjalani gaya hidup Advent. Hasil meta analisis yang sangat meyakinkan mendorong National Institutes of Health (NIH) mengalokasikan dana sebesar 29 juta dolar AS untuk melaksanakan Adventist Health Study II (AHS-2), dengan fokus khusus pada perbedaan ganasnya perkembangan penyakit antara orang Advent dan populasi pada umum.

Perhatian internasional terhadap penekanan kesehatan Advent semakin meningkat melalui majalah National Geographic edisi November 2005 yang membahas “rahasia hidup lebih lama.” Laporan ini menginspirasi Dan Buettner menulis buku The Blue Zones. Blue Zone adalah wilayah di mana penduduknya tetap sehat, aktif, dan produktif hingga usia 80, 90, bahkan 100 tahun. Panjang umur umat Advent telah didokumentasikan di berbagai belahan dunia dan merupakan hasil yang konsisten, menunjukkan manfaat gaya hidup sehat dan pendekatan holistik Advent terhadap kehidupan sehari-hari.

Pada Februari 2009, majalah U.S. News & World Report memuat artikel berjudul “10 Kebiasaan yang Membantu Anda Hidup hingga 100 Tahun!” Pada poin nomor 8 tertulis: “Hiduplah seperti seorang Advent. Orang Amerika yang mengidentifikasi diri sebagai orang Advent memiliki harapan hidup rata-rata 89 tahun, sekitar satu dekade lebih panjang dari rata-rata orang Amerika. Salah satu prinsip dasar agama ini adalah menghargai tubuh sebagai titipan dari Tuhan, yang berarti tidak merokok,

tidak menyalahgunakan alkohol, dan tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung gula dan manis. Para pengikutnya umumnya menjalani pola makan vegetarian berbasis buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta rutin berolahraga. Mereka juga sangat menekankan kehidupan keluarga yang harmonis dan komunitas yang kuat dan rukun.”

Pusat Penelitian Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di California

Adventist Health Study pertama dilakukan di California dengan membandingkan kesehatan Advent dan non-Advent, dan menunjukkan peningkatan usia harapan hidup antara 7 hingga 9 tahun. AHS-2 melibatkan 95.000 peserta di Amerika Serikat dan Kanada, dengan fokus khusus pada keberagaman serta bagian pembelajaran mengenai rohani dan kesehatan. Hasil awal menunjukkan bukti kuat tentang manfaat pola makan berbasis nabati dalam menurunkan resiko penyakit tidak menular.

Pelayanan Kesehatan Sekolah, Rumah Sakit, Tenaga Medis Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Dunia dan Di Indonesia

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh memiliki enam fakultas kedokteran (tiga lainnya sedang direncanakan di Afrika Tengah Timur dan Amerika Selatan), lebih dari 70 sekolah keperawatan, serta 650 rumah sakit, klinik, dan balai pengobatan. Lebih dari 250.000 tenaga kerja melayani dalam sistem kesehatan gereja yang bersifat nirlaba. Setiap tahun, lebih dari 19 juta pasien rawat jalan dan 1,5 juta pasien rawat inap dilayani. Pelayanan kesehatan yang bersifat amal (Charity Clinic) senilai lebih dari 1,1 miliar dolar AS diberikan kepada berbagai komunitas di seluruh dunia setiap tahun.

Di Indonesia sendiri Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mengoperasikan beberapa rumah sakit yaitu: Rumah Sakit Advent Medan, Bandar Lampung, Bandung, Manado, Palangkaraya dan sementara proses mendirikan beberapa rumah sakit di beberapa kota besar lainnya, terdapat juga klinik-klinik dan perintisannya di beberapa tempat, dokter perawat dan tenaga medis cukup banyak namun belum ada data yang cukup valid untuk menghitungnya, sementara itu sekolah sekolah kesehatan untuk keperawatan ada di Universitas Advent Indonesia, Universitas Surya Nusantara Pematang Siantar dan Universitas Klabat Manado, sedangkan untuk Fakultas Kedokteran masih sementara dalam perintisan.

Oleh: Pdt. D. Sompotan
Direktur Kesehatan Konferens Jawa Kawasan Timur (Jawa Timur, Bali, NTB)

Sumber-sumber:

Post Views: 128